MATARAM – SMA Negeri 6 Mataram terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai karakter religius serta tata krama dan adab berperilaku kepada seluruh peserta didik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan siswa-siswi beragama Hindu dengan menggelar berbagai perlombaan, di antaranya Lomba Dharma Wacana, Dharmagita, dan Membuat Canang (sarana upacara).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi, kreativitas, sekaligus memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Dharma Wacana, siswa diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan berbicara dan menyampaikan pesan-pesan Dharma atau ajaran kebaikan. Sementara itu, Dharmagita menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan nilai-nilai keagamaan melalui lantunan lagu-lagu suci Hindu.
Tidak kalah menarik, lomba membuat Canang mengajarkan siswa tentang ketelitian, kreativitas, ketekunan, serta makna filosofis dari salah satu sarana upacara dalam agama Hindu.
Plt. Kepala SMAN 6 Mataram, Moh. Ridwan, S.Pd., mengatakan bahwa pendidikan karakter tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan akhlak peserta didik.
“Sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, religius, beretika, dan mampu menghargai sesama. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta tata krama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Moh. Ridwan.
Menurutnya, keberagaman agama yang ada di SMAN 6 Mataram merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta didik untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaannya.
“Kami memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada siswa untuk menjalankan dan mengembangkan nilai-nilai agamanya masing-masing. Harapannya, melalui kegiatan ini akan tumbuh generasi yang memiliki karakter religius, toleran, berbudaya, serta mampu menerapkan adab dan tata krama baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ni Nyoman Sri Dwiyarsini, S.Ag., M.Pd., selaku Guru Agama Hindu SMAN 6 Mataram, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam proses pembentukan karakter siswa Hindu.
“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk lebih memahami nilai-nilai ajaran Hindu dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dharma Wacana melatih keberanian dan kemampuan menyampaikan ajaran Dharma, Dharmagita menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan lagu-lagu keagamaan, sedangkan membuat Canang melatih ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan ketulusan,” jelas Ni Nyoman Sri Dwiyarsini.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam sikap dan perilaku.
“Kami berharap anak-anak dapat membawa nilai-nilai yang mereka pelajari dalam kegiatan ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati guru, menyayangi teman, menjaga kebersihan, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjaga tata krama dan sopan santun merupakan bagian dari karakter yang ingin kami tumbuhkan,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi siswa Hindu SMAN 6 Mataram untuk menunjukkan potensi dan kreativitas mereka dalam suasana yang edukatif, religius, dan penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan penanaman nilai karakter religius dan tata krama tersebut, SMAN 6 Mataram semakin menegaskan komitmennya untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, berakhlak, berbudaya, toleran, dan berkepribadian baik(Yp).
