MATARAM – Memperingati Hari Batik Nasional, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Ngonthel Hari Batik Nasional diberbagai lokasi diwilayah NTB, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para onthelis dan onthelista dari berbagai komunitas onthel yang tergabung dalam KOSTI NTB. Mereka ngonthel menyusuri jalan desa/kelurahan dan finis di lokasi Car Free Day (CFD) di masing-masing Kabupaten/Kota.
Terpantau dibeberapa titik lokasi CFD di wilayah NTB terdapat anggota KOSTI yang menggelar peringatan Hari Batik Nasional yakni di CFD Lombok Utara, CFD Udayana Kota Mataram, CFD Gerung Lombok Barat, CFD Praya Lombok Tengah dan CFD Lombok Timur. Hal yang menarik dalam peringatan ini, para peserta tampil kompak dengan mengenakan pakaian batik selama mengikuti kegiatan ngonthel. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian komunitas sepeda tua dalam ikut melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Disepanjang perjalanan, para onthelis dan onthelista terlihat mengenakan berbagai motif batik. Nuansa batik yang dipadukan dengan sepeda tua menjadikan kegiatan tersebut semakin menarik dan sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan batik kepada masyarakat.
H. Agus Cahyono, S.H., M.M. Ketua KOSTI NTB mengatakan bahwa kegiatan Ngonthel Hari Batik Nasional sengaja dikemas dengan mengajak seluruh peserta mengenakan batik sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap budaya bangsa.
“Hari ini kita melaksanakan Ngonthel Hari Batik Nasional bersama KOSTI NTB dan seluruh KOSTI Kabupaten/Kota se-NTB. Para onthelis dan onthelista kita ajak menggunakan batik, karena kita ingin menunjukkan bahwa batik bukan hanya pakaian untuk acara resmi, tetapi juga bagian dari kehidupan dan identitas budaya bangsa,” ujar H. Agus Cahyono.

Menurutnya, pelestarian batik tidak cukup hanya dilakukan dengan mengenakan batik pada momentum tertentu, tetapi juga perlu dilakukan dengan memperkenalkan dan membiasakan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencintai batik.
“Batik merupakan warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Salah satu cara sederhana adalah dengan bangga mengenakan batik. Melalui kegiatan Ngonthel dengan menggunakan batik ini, kami ingin memberikan pesan bahwa melestarikan budaya bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, salah satunya melalui kegiatan bersepeda tua atau ngonthel,” jelasnya.
Beliau menambahkan, KOSTI NTB dan seluruh KOSTI Kabupaten/Kota se-NTB sebagai komunitas yang bergerak dalam pelestarian sepeda tua juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia. Menurutnya, sepeda tua dan batik sama-sama memiliki nilai sejarah yang patut dirawat dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
“Sepeda tua memiliki nilai sejarah, begitu juga dengan batik. Keduanya merupakan bagian dari kekayaan budaya yang memiliki cerita dan perjalanan panjang. Karena itu, melalui komunitas KOSTI NTB, kami ingin terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berolahraga, tetapi juga membawa pesan tentang pelestarian budaya,” katanya.
Ia berharap kegiatan Ngonthel Hari Batik Nasional dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak komunitas sepeda tua dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk semakin mempererat silaturahmi para onthelis dan onthelista sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencintai dan melestarikan batik. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal batik sebagai pakaian, tetapi juga memahami bahwa di dalam batik terdapat nilai sejarah, seni dan budaya bangsa,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, KOSTI NTB dan KOSTI Kabupaten/Kota tidak hanya menghidupkan kembali semangat bersepeda dengan sepeda tua, tetapi juga ikut mengampanyekan kecintaan terhadap batik dan budaya Indonesia kepada masyarakat luas(Yp).





