LOMBOK BARAT – Memperingati Hari Batik Nasional, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Lombok Barat menggelar kegiatan Ngonthel Hari Batik Nasional, Minggu (4/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti para onthelis dan onthelista yang tampil kompak mengenakan pakaian batik saat bersepeda menyusuri sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat.
Adapun rute yang dilalui acara Ngonthel tersebut yakni Bundaran Patung Sapi/Tugu Gerung – Dusun Biletepung, Desa Beleka – Borok Bokong – Memunggu – Dasan Ketujur – Mesanggok – Rumah Sakit Patut Patuh Patju – Dusun Nyangget, dan selanjutnya rombongan finis di lokasi Car Free Day Kantor Bupati Lombok Barat.
Sepanjang perjalanan, para peserta mengenakan busana batik dengan berbagai motif. Nuansa batik yang dipadukan dengan sepeda tua menjadikan kegiatan tersebut tidak hanya sebagai aktivitas olahraga dan rekreasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan serta menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia.
H. Herjani Ketua KOSTI Lombok Barat, mengatakan kegiatan Ngonthel Hari Batik Nasional sengaja digelar sebagai bentuk kepedulian KOSTI Lombok Barat terhadap pelestarian budaya nasional, khususnya batik yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan kami terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia. Pada tanggal 2 Oktober 2009 batik telah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, maka dari itu kami ingin memperingati Hari Batik Nasional dengan cara yang sederhana, tetapi tetap memberikan pesan bahwa batik harus terus kita kenalkan dan lestarikan,” ujar H. Herjani.

Menurutnya, kegiatan bersepeda menggunakan sepeda tua dengan berpakaian batik juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota KOSTI Lombok Barat sekaligus mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan batik dalam kegiatan sehari-hari.
“Ngonthel bukan hanya soal bersepeda. Di dalamnya ada silaturahmi, persaudaraan, kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan serta budaya. Hari ini kami bersama-sama mengenakan batik sambil menikmati perjalanan dengan sepeda tua,” katanya.
H. Herjani menambahkan, pemilihan rute yang melewati sejumlah dusun dan wilayah pedesaan juga bertujuan memberikan pengalaman berbeda kepada para peserta sekaligus memperkenalkan potensi alam di wilayah Lombok Barat.
“Rute yang kami pilih cukup beragam. Kami melewati kawasan pedesaan, permukiman dan sejumlah titik di wilayah Gerung hingga finis di Car Free Day Kantor Bupati Lombok Barat. Selain berolahraga, kami juga ingin menikmati suasana daerah dan menyapa masyarakat sepanjang perjalanan,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan mengangkat berbagai momentum nasional maupun budaya lokal.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. KOSTI Lombok Barat ingin menjadi bagian dari masyarakat dalam menggelorakan olahraga bersepeda, menjaga persaudaraan, sekaligus ikut melestarikan budaya Indonesia,” pungkas H. Herjani.
Kegiatan Ngonthel Hari Batik Nasional tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Setibanya di lokasi Car Free Day Kantor Bupati Lombok Barat, para onthelis-onthelista berkumpul dan bersilaturahmi.
Dengan mengenakan batik dan mengayuh sepeda tua bersama-sama, KOSTI Lombok Barat menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk melalui kegiatan olahraga(Yp).





