LUMAJANG – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Khomsani Nur, Klanting, Lumajang, Jawa Timur, Kamis malam, 27 Agustus 2026. Para santri, wali santri, keluarga besar pesantren hingga masyarakat berkumpul dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz ke-5.
Acara berlangsung khidmat sejak awal hingga akhir. Lantunan sholawat dan berbagai penampilan santri membuat malam peringatan kelahiran Rasulullah SAW tersebut semakin semarak, sekaligus menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz.
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang telah digelar keluarga besar Ponpes Khomsani Nur sejak awal bulan Rabiul Awwal 1448 Hijriah.
Rangkaian kegiatan sebelumnya diawali dengan Khotmil Qur’an yang dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nuruz Zaman. Kegiatan tersebut dimulai sejak 1 Rabiul Awwal 1448 H sebagai bentuk ikhtiar keluarga besar pesantren menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an dan bersholawat.
Tak hanya itu, semarak Maulid Nabi juga diisi dengan Tasyakuran Nikah dan Akad Nikah bagi ustadz dan ustadzah Ponpes Khomsani Nur. Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang membawa suasana syukur dan kebahagiaan bagi keluarga besar pesantren.
Wisuda Tahfidz 30 Juz Jadi Momen Haru
Salah satu momen yang paling dinantikan dalam acara puncak adalah prosesi Wisuda Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz ke-5 Ponpes Khomsani Nur.
Prosesi tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan para santri dalam menghafal sekaligus menjaga ayat-ayat suci Al-Qur’an. Tak sedikit suasana haru terasa ketika para santri mengikuti prosesi wisuda bersama keluarga dan para pengasuh pesantren.
Bagi para santri, pencapaian tersebut bukan sekadar menyelesaikan hafalan. Wisuda menjadi penanda perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan dan kesungguhan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Kemasan acara juga dibuat semarak dengan sejumlah penampilan santri. Di antaranya sholawatan, penampilan Group Hadroh Al-Banjari, Tari Sufi hingga Tari Javen.
Kehadiran wali santri, keluarga besar pesantren dan masyarakat semakin menambah semarak acara. Kebersamaan serta suasana kecintaan kepada Rasulullah SAW begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Pesan untuk Terus Menjaga Al-Qur’an
Kepala MA Khomsani Nur dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz dengan lancar.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya. Semoga diterima oleh Allah SWT. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik melalui tenaga, pikiran, doa maupun partisipasi selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan para santri kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meningkatkan semangat dalam membaca, menghafal dan menjaga Al-Qur’an.
Peringatan Maulid Nabi juga diharapkan mampu mempererat silaturahmi antara pengasuh, santri, wali santri dan masyarakat di sekitar Ponpes Khomsani Nur.
Dengan berakhirnya acara puncak tersebut, seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz ke-5 Ponpes Khomsani Nur Klanting resmi ditutup dengan suasana penuh syukur dan kebersamaan. (atz)
