MATARAM – Komunitas Onthel Mataram (KOMA) menggelar kegiatan ngonthel dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) KOMA ke-17 yang berlangsung meriah di Taman Budaya Kota Mataram, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “17 tahun Kebersamaan, Melaju Tanpa Batas” tersebut diikuti sekitar 150 onthelis dan onthelista dari berbagai komunitas onthel se-Pulau Lombok yang tergabung dalam KOSTI Mataram, KOSTI Lombok Utara, KOSTI Lombok Barat, KOSTI Lombok Tengah dan KOSTI Lombok Timur.
Sejak pagi, para peserta telah memadati kawasan Taman Budaya Mataram dengan beragam sepeda onthel klasik dan pakaian uniknya. Dengan mengenakan atribut dan identitas komunitas masing-masing, para onthelis tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan HUT KOMA tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ngonthel bareng keliling Kota Mataram yang dilepas secara resmi oleh Prof. Ir. H. Mansur Mashum, PhD selaku Pembina KOSTI NTB bersama H. Agus Cahyono, S.H., M.M. Ketua KOSTI NTB. Kehadiran kedua tokoh tersebut semakin menambah semangat para peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
I Gede Tirta Ketua KOMA dalam sambutannya menyampaikan terima kasih banyak kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik, serta tak lupa beliau juga menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran para onthelis-onthelista Se-Pulau Lombok yang berkenan hadir dan memeriahkan HUT Koma ini.
Usai acara ngontel yaitu penampilan tari penyambutan yang dibawakan oleh anggota KOSTI Lombok Tengah. Setelah itu, acara memasuki pembukaan HUT KOMA yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KOSTI, pembacaan doa dilanjutkan sambutan.
“Antusiasme para onthelis-onthelista sangat luar biasa dalam kegiatan ini “wani tekor asal tersohor” (Berani rugi asalkan terkenal), acara ini juga berkat bantuan teman-teman semua yang saling mensuport mulai dekor, pengisi acara dll semua merasa memiliki, saya melihat KOMA ini bukan hanya milik anggota KOMA tapi milik semua onthelis NTB, perjuangan kami 17 tahun ini memang berat sekali, beberapa acara ngonthel di Jawa dan Bali kami telah ikuti, sejarah berdirinya KOSTI NTB juga berawal dari KOMA yang kemudian anggotanya di pecah-pecah dibuatkan club onthel baru untuk sebagai prasarat pembentukan KOSTI harus memiliki beberapa club onthel” Ujarnya.
Lebih lanjut I Gede Tirta mengatakan momen ini adalah momen penuh perjuangan bagi KOMA dimana hari-harinya selalu dengan kesibukan masing-masing, di momen 17 tahun kebersamaan ini mereka pada bangkit semua, puji syukur mudah-mudahan kedepan terus meremaikan jalanan di Udayana, semoga KOMA semakin jaya.
H.Agus Cahyono, S.H., M.M Ketua KOSTI NTB dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran para onthelis-onthelista untuk memeriahkan HUT KOMA dan beliau mengucapkan selamat dan sukses kepada KOMA yang menginjak usia 17 tahun, ternyata KOMA ini sudah tua, tetapi untuk ukuran umur manusia ini masih remaja.
“17 tahun berarti hanya terpaut 1 tahun lebih muda dengan umur KOSTI, KOSTI sendiri berdiri tahun 2008 sedangkan KOMA berdiri tahun 2009 sehingga benar bahwa selama ini NTB sebelum terbentuk KOSTI NTB yang lebih dikenal KOMA, sehingga pada saat komunitas ini hadir di Jawa mereka sangat menantikan, dan kami sangat berterima kasih karena telah mewakili NTB” Terangnya.
Pada hari ini benar-benar kita sangat berbahagia, karena untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini tidak mudah, dalam satu komunitas tidak mudah mempertahankan jumlah anggotanya yang besar dan kompak, tetapi dalam momen-momen tertentu seperti acara ini, mereka para anggota KOMA bersatu padu, bangkit kembali, itu menunjukkan usia 17 tahun benar-benar kita teladani eksistensinya sehingga dapat membawa terbentuknya KOSTI NTB.
“Saat ini sudah ada 28 komunitas onthel di NTB ini dan pada waktu di deklarasikan di Pantai Gading waktu itu hanya 12 komunitas sehingga ada pertumbuhan jumlah komunitas, ini menunjukkan bahwa komunitas sepeda tua kehadirannya bisa diterima oleh masyarakat NTB bahkan oleh para instansi terkait, terbukti di berbagai macam kegiatan KOSTI NTB selalu terlibat bagaimana kegiatan itu menjadi sukses, semoga kedapan kita terus bersineri dengan berbagai instansi untuk bersama-sama memajukan NTB baik dibidang pariwisata maupun sejarah dan budaya” Imbuhnya.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng HUT KOMA, launching lagu Mars KOMA, pengundian doorprize, pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama, serta acara hiburan(Yp).

