LOMBOK TENGAH – Kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, kembali ditunjukkan umat Hindu di Nusa Tenggara Barat.
Melalui Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lombok Tengah, bantuan kemanusiaan disalurkan kepada masyarakat Dusun Sade pada Minggu (13/09/2026). Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas umat Hindu se-NTB kepada masyarakat Desa Adat Sade yang tengah menghadapi dampak musibah kebakaran.
Bantuan yang disalurkan dihimpun dari berbagai unsur umat Hindu di Nusa Tenggara Barat, baik melalui organisasi Hindu tingkat Provinsi NTB, organisasi Hindu di tingkat kabupaten, maupun partisipasi umat Hindu dari berbagai daerah di NTB.
Dalam penyaluran bantuan tersebut turut hadir Dr. I Made Windutama, Sp.P.D. selaku Bidang Sosial Budaya dan Kesejahteraan Umat, GST Ngurah Madera selaku Ketua BKHD Praya, perwakilan PSN Lombok Tengah, WHDI Lombok Tengah, serta sejumlah pengurus PHDI Kabupaten Lombok Tengah.
Ketua PHDI Kabupaten Lombok Tengah, Pinandita I Nengah Renes, A.Md., mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian umat Hindu terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral dan rasa persaudaraan kepada masyarakat Sade.
“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian umat Hindu di Nusa Tenggara Barat kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Mungkin bantuan yang kami berikan belum seberapa dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak, tetapi kami berharap dapat membantu meringankan beban mereka,” ujar Pinandita I Nengah Renes, A.Md.
Ia menegaskan, semangat berbagi tersebut sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam agama Hindu, salah satunya melalui prinsip “Vasudhaiva Kutumbakam”, yang bermakna bahwa seluruh umat manusia merupakan satu keluarga dan kita semua bersaudara.
“Sesuai dengan ajaran Hindu, Vasudhaiva Kutumbakam, kita semua bersaudara. Karena itu, ketika ada saudara kita yang mengalami musibah, sudah sepatutnya kita hadir untuk memberikan perhatian, dukungan, dan bantuan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” tambahnya.
Pinandita I Nengah Renes juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi Hindu dan umat Hindu se-NTB yang telah berpartisipasi dalam penggalangan bantuan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh organisasi Hindu di Provinsi NTB, organisasi Hindu di tingkat kabupaten, serta seluruh umat Hindu yang telah dengan tulus memberikan bantuan. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan semangat gotong royong masih sangat kuat di tengah masyarakat kita,” katanya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Sade dalam menjalani proses pemulihan pasca musibah.
Bantuan dari PHDI Kabupaten Lombok Tengah diterima secara langsung oleh Amaq Cindage, selaku Kepala Dusun Sade, yang mewakili masyarakat terdampak.
Amaq Cindage menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PHDI Kabupaten Lombok Tengah serta seluruh umat Hindu di NTB yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Sade.
“Atas nama masyarakat dan warga Dusun Sade, kami menyampaikan terima kasih kepada PHDI Kabupaten Lombok Tengah dan seluruh umat Hindu di Nusa Tenggara Barat yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit setelah musibah,” ungkap Amaq Cindage.

Menurutnya, kepedulian yang datang dari berbagai elemen masyarakat memberikan semangat tersendiri bagi warga Sade untuk kembali menata kehidupan mereka setelah terkena musibah.
“Perhatian dari berbagai pihak memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat Sade. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga karena dukungan moral dan kepedulian masyarakat sangat berarti bagi kami,” tambahnya.
Penyaluran bantuan tersebut tidak hanya menjadi aksi kemanusiaan, tetapi juga menjadi gambaran kuatnya semangat persaudaraan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Musibah yang dialami masyarakat Sade menjadi momentum bagi berbagai elemen masyarakat untuk hadir, saling membantu, dan menguatkan tanpa melihat perbedaan latar belakang agama, suku maupun budaya.
Bagi umat Hindu NTB, kepedulian terhadap masyarakat Sade merupakan bagian dari pengamalan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan semangat hidup berdampingan secara harmonis.
Kepedulian tersebut juga menjadi bentuk perhatian terhadap keberlangsungan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sasak. Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki nilai penting dalam menjaga tradisi dan warisan budaya Sasak di Pulau Lombok.
Ketua PHDI Kabupaten Lombok Tengah berharap semangat kebersamaan dan persaudaraan tersebut dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan bagi masyarakat Sade dalam proses pemulihan.
“Mudah-mudahan masyarakat Sade diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Semoga bantuan dan kepedulian dari umat Hindu NTB dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit kembali. Vasudhaiva Kutumbakam, kita semua bersaudara,” pungkas Pinandita I Nengah Renes, A.Md.
Aksi solidaritas PHDI Kabupaten Lombok Tengah bersama umat Hindu se-NTB tersebut menjadi bukti bahwa di tengah keberagaman, rasa kemanusiaan dan persaudaraan dapat menjadi jembatan untuk saling membantu. Ketika saudara mengalami musibah, kepedulian menjadi kekuatan untuk bersama-sama bangkit dan menata kehidupan yang lebih baik(Rn).
