MATARAM – Dalam upaya penanaman nilai karakter religius dan tata krama adab berperilaku baik kepada siswanya SMA Negeri 6 Mataram menggelar puncak kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengangkat tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah Kita Wujudkan Generasi Emas yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia”, Sabtu (12/9/2026).
Hadir dalam acara tersebut Purni Susanto, S.Pd., M.Ed Kepala Cabang Dinas Wilayah I, H.L. Syafruddin, S.H. Ketua Komite SMA Negeri 6 Mataram, Bapak/Ibu Guru, Pegawai dan Seluruh siswa-siswi SMA Negeri 6 Mataram.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak mulia yang beliau ajarkan.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tim Hadroh yang dibawakan oleh Remaja Mushola SMA Negeri 6 Mataram, yang berlangsung dengan penuh semangat dan nuansa religius. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebelum memasuki acara inti.
M. Haris, S.Pd.I selaku Ketua Panitia, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak di lingkungan sekolah.
“Syukur Alhamdulillah rangkaian kegiatan mulai Lomba Sholawat, Lomba Ceramah dan Pawai Ta’aruf berjalan dengan lancar, semua kelas telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan semua penampilannya bagus-bagus hingga Dewan Hakam sedikit kesulitan untuk menentukan mana yang akan menjadi juara, Insyaallah semuanya menang tapi yang menjadi juara terbatas, semuanya kita sudah menang artinya kalau kita sudah berani bersholawat kita telah menang menjadi kekasih Allah SWT” ujarnya.
Moh. Ridwan, S.Pd., Plt. Kepala SMA Negeri 6 Mataram dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia berharap kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan penguatan karakter bagi siswa-siswi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menerapkan nilai-nilai religius, tata krama, sopan santun, dan adab dalam berperilaku.

“Kami mewakili pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya jika dalam pelaksanaan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini terdapat kekurangan dan mungkin ada hal-hal yang kurang berkenan dari awal sampai akhir acara ini, muda-mudahan kegiatan positif seperti ini bisa terus kita bangun untuk menjaga sekolah kita tetap eksis sesuai dengan visi kita yaitu sekolah yang Religius Berkarakter dan Unggul” imbuhnya.
Acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Jumarim, S.H.I., M.H.I., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Mataram. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk semakin mencintai Nabi Muhammad SAW dengan cara meneladani akhlak dan perilaku beliau dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau juga menceritakan salah satu kisah tentang Uwais Al-Qarni, sosok pemuda istimewa yang dikenal memiliki kedudukan mulia di mata Rasulullah SAW meskipun tidak pernah bertemu langsung dengan beliau. Kisah Uwais Al-Qarni menjadi pelajaran penting mengenai ketulusan, bakti kepada orang tua, kesederhanaan, keikhlasan, serta kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Uwais Al-Qarni adalah teladan agung, seorang anak dari Yaman yang sangat berbakti dan mencintai ibunya yang lanjut usia, lumpuh, serta tunanetra, Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Ibunya pernah berkata kepada Uwais, anakku mungkin ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji. Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. Banyak orang yang menganggap Uwais gila melihat tingkah lakunya, tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi. Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah sekarang orang-orang, apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya. Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah. Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya. Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa” terangnya.
Melalui kisah tersebut, Prof. Jumarim mengajak para siswa untuk memahami bahwa kemuliaan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh kedudukan, popularitas, maupun kekayaan, tetapi juga oleh keimanan, akhlak, ketulusan, dan amal kebaikan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh para siswa-siswi, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya mencintai Nabi Muhammad SAW dengan membuktikannya melalui perilaku nyata, seperti menjaga sopan santun, mencintai dan menghormati orang tua, menghormati guru, menyayangi sesama, berkata baik, serta membiasakan diri melakukan perbuatan yang mencerminkan akhlak Rasulullah SAW.

Kegiatan Maulid Nabi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan SMA Negeri 6 Mataram. Penanaman karakter religius diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, berakhlak mulia, santun, dan bertanggung jawab.
Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 6 Mataram berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta menjadikan beliau sebagai teladan utama dalam membangun karakter religius, tata krama, dan adab berperilaku baik.
Dengan semangat Maulid Nabi, keluarga besar SMA Negeri 6 Mataram berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan keagamaan yang mampu memberikan nilai edukatif sekaligus membentuk siswa-siswinya menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesame(Yp).





