Solidaritas Marhaenis, GMNI Mimika Resmi Serahkan Bantuan Korban Gempa NTT ke GMNI Cabang Manggarai

TIMIKA – Semangat solidaritas dan persaudaraan sebangsa kembali ditunjukkan oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mimika. Sebagai organisasi mahasiswa yang berideologikan Marhaenisme dan berasaskan Pancasila, GMNI Mimika melaksanakan aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak tanggal 22 hingga 24 Agustus 2026.

Aksi solidaritas tersebut dipusatkan di sejumlah titik keramaian di Kota Timika, salah satunya di Perempatan Jalan Hasanuddin, Timika, yang dikenal sebagai salah satu titik strategis dan padat aktivitas masyarakat. Di lokasi tersebut, kader-kader GMNI turun langsung ke jalan, membentangkan spanduk penggalangan dana, serta mengetuk pintu hati masyarakat Timika untuk turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan lintas pulau ini.

Aksi penggalangan dana ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan merupakan manifestasi nyata dari nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno melalui ajaran Marhaenisme, yakni keberpihakan tanpa syarat kepada rakyat kecil, kaum tertindas, dan mereka yang tengah dilanda kesulitan hidup. Bagi GMNI, bencana alam yang menimpa saudara-saudara di NTT bukan hanya persoalan wilayah lain yang jauh dari Papua, melainkan persoalan kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa, tanpa memandang sekat geografis maupun latar belakang.

“Marhaenisme mengajarkan kita bahwa penderitaan rakyat di mana pun berada, di ujung barat maupun ujung timur Indonesia, adalah penderitaan kita bersama. Sebagai kader Marhaenis, kami merasa terpanggil secara moral untuk hadir dan mengulurkan tangan kepada saudara-saudara kami di NTT yang tengah tertimpa musibah,” demikian disampaikan pengurus DPC GMNI Mimika dalam keterangannya.

Ketua DPC GMNI Mimika, Kristoforus Toffy, dalam keterangan resminya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas hasil penggalangan dana yang jauh melampaui target awal yang telah ditetapkan oleh panitia pelaksana. Pencapaian ini, menurutnya, tidak lepas dari tingginya rasa kepedulian dan semangat gotong-royong masyarakat Kabupaten Mimika terhadap sesama anak bangsa yang sedang tertimpa musibah.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Timika yang telah menyisihkan rezekinya. Ini adalah bukti bahwa semangat gotong-royong dan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa masih sangat kuat. Dana yang terkumpul murni dari keikhlasan rakyat Timika untuk rakyat NTT,” ujar Kristoforus Toffy.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan aksi ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai gotong-royong yang menjadi salah satu sila dalam Pancasila masih tertanam kuat di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, meskipun jarak yang memisahkan antara Papua dan NTT terbentang ribuan kilometer.

Kristoforus juga menegaskan bahwa aksi ini menjadi bukti konkret bahwa GMNI Cabang Mimika, meskipun berada jauh di wilayah timur Indonesia, tetap memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan berskala nasional, bukan hanya berkutat pada persoalan-persoalan lokal semata.

Setelah proses penggalangan dana rampung dilaksanakan, tahapan selanjutnya adalah penyaluran bantuan kepada pihak yang berwenang menyalurkannya langsung kepada korban terdampak. Puncak dari rangkaian aksi kemanusiaan ini ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari DPC GMNI Mimika kepada DPC GMNI Cabang Manggarai, yang dipercaya sebagai representasi kader GMNI di wilayah Provinsi NTT.

Proses penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 September 2026. Momentum estafet solidaritas dari ujung timur Indonesia (Papua) menuju Nusa Tenggara Timur ini dimaksudkan agar bantuan yang telah dihimpun dari keikhlasan masyarakat Timika dapat disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Rangkaian penyaluran bantuan tersebut kemudian mencapai titik akhirnya pada tanggal 16 September 2026, ketika bantuan secara resmi diserahkan langsung kepada para korban bencana alam di salah satu desa terdampak di NTT, yakni Desa Wae Renca, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai. Proses penyaluran bantuan di lapangan ini dilakukan melalui jaringan kader GMNI setempat, yang dinilai lebih memahami kondisi riil serta kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak bencana.

Menanggapi bantuan yang diterima, Ketua Cabang GMNI Manggarai menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh kader-kader GMNI Mimika. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut telah diterima dengan baik dan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak.

“Kami dari GMNI Manggarai menerima amanah ini. Bantuan dari saudara kami di Mimika akan segera kami salurkan kepada korban yang membutuhkan. Ini bukan soal nominal, tapi soal solidaritas GMNI dari ujung Timur untuk saudara di NTT. Merdeka!” tegas Ketua Cabang GMNI Manggarai.

Pernyataan tersebut mencerminkan semangat persaudaraan lintas wilayah yang menjadi ciri khas gerakan GMNI di seluruh Indonesia, di mana ikatan solidaritas antar-kader tidak dibatasi oleh jarak geografis, melainkan disatukan oleh kesamaan ideologi perjuangan, yakni Marhaenisme dan Pancasila.

Aksi penggalangan dana dan penyaluran bantuan dari GMNI Mimika ke GMNI Manggarai ini sekaligus menjadi bukti nyata soliditas dan kekuatan jejaring organisasi GMNI di tingkat nasional. Melalui aksi ini, terlihat jelas bagaimana struktur organisasi GMNI yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia mampu bergerak secara sinergis dan terkoordinasi dalam merespons persoalan kemanusiaan, tanpa terkendala oleh jarak maupun perbedaan wilayah administratif.

Sejumlah pengamat gerakan mahasiswa menilai, aksi solidaritas semacam ini menjadi bukti bahwa organisasi ekstra kampus seperti GMNI tidak hanya berkutat pada agenda-agenda politik maupun diskusi ideologis semata, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangannya ke dalam aksi nyata dan konkret di tengah masyarakat, khususnya dalam merespons bencana kemanusiaan.

Aksi kemanusiaan yang digagas oleh DPC GMNI Cabang Mimika ini menjadi penanda penting bahwa gerakan mahasiswa berideologi Marhaenisme tidak pernah lekang oleh waktu maupun jarak dalam merespons penderitaan rakyat. Semangat gotong-royong, kepedulian, dan persaudaraan sebangsa yang ditunjukkan oleh kader-kader GMNI, baik di Mimika maupun di Manggarai, menjadi cerminan nyata dari komitmen organisasi ini untuk terus hadir sebagai garda terdepan pejuang rakyat kecil, sesuai dengan cita-cita luhur Bung Karno yang menjadi landasan ideologis perjuangan GMNI hingga hari ini.

Ke depan, aksi solidaritas semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh jajaran DPC GMNI di berbagai daerah, sebagai wujud konkret dari semboyan perjuangan bahwa penderitaan rakyat di mana pun berada adalah tanggung jawab bersama seluruh kader Marhaenis di seluruh penjuru tanah air. Merdeka! GMNI Jaya! Marhaen Menang!(Kf).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *