TIMIKA – Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Hermon, Kabupaten Mimika, resmi menggelar kegiatan sosialisasi organisasi pada hari Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kampus STIKIP Hermon, Timika, Papua Tengah ini menjadi salah satu langkah strategis GMNI dalam memperluas jaringan kaderisasi mahasiswa sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan di wilayah timur Indonesia.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus komisariat, mahasiswa STIKIP Hermon Mimika, serta unsur pimpinan kampus, dan berlangsung dengan penuh khidmat serta antusiasme dari para peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Ketua Komisariat GMNI STIKIP Hermon Mimika, Sarinah Olivia Ohoiulun, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Rektor STIKIP Hermon Mimika beserta seluruh jajarannya atas dukungan dan izin yang telah diberikan sehingga kegiatan sosialisasi dapat terlaksana dengan lancar di lingkungan kampus.
“Kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Rektor dan seluruh jajaran STIKIP Hermon Mimika yang telah memberikan ruang, kepercayaan, dan izin kepada kami untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Dukungan dari pihak kampus merupakan bentuk keterbukaan akademik yang sangat kami hargai, karena tanpa adanya kerja sama yang baik antara organisasi ekstra kampus dan pihak kampus, kegiatan semacam ini tidak akan dapat berjalan dengan baik,” ujar Sarinah dalam sambutannya di hadapan mahasiswa dan tamu undangan.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pihak kampus dan organisasi kemahasiswaan seperti GMNI merupakan wujud nyata dari ekosistem pendidikan yang sehat, di mana mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan diri melalui organisasi yang berbasis nilai-nilai kebangsaan.
Lebih lanjut, Sarinah Olivia Ohoiulun menjelaskan secara mendalam mengenai kedudukan dan peran GMNI sebagai organisasi ekstra kampus. Ia menegaskan bahwa selain organisasi internal kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan berbagai komunitas kemahasiswaan lainnya yang berada di bawah struktur resmi kampus, terdapat pula organisasi ekstra kampus seperti GMNI yang hadir sebagai wadah alternatif bagi mahasiswa untuk berproses, berdiskusi, dan belajar bersama di luar kurikulum akademik formal.
“GMNI hadir di kampus bukan sebagai pesaing organisasi internal, melainkan sebagai pelengkap ruang belajar mahasiswa. Kami membuka ruang diskusi, kajian, dan proses pembelajaran bersama yang berbasis pada realitas sosial, politik, dan kebangsaan, agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan rakyat di sekitarnya,” jelas Sarinah.
Ia menekankan bahwa kehadiran GMNI di kampus STIKIP Hermon Mimika merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap dinamika sosial-politik bangsa, khususnya di wilayah Papua Tengah yang memiliki tantangan dan kekhasan tersendiri dalam pembangunan sumber daya manusia.
Dalam pemaparannya, Ketua Komisariat GMNI STIKIP Hermon Mimika juga menyampaikan bahwa organisasi ini berdiri di atas landasan ideologis yang kokoh, yakni Marhaenisme dan Pancasila. Ia menjelaskan bahwa Marhaenisme, sebagai ajaran yang digagas oleh Bung Karno, merupakan ideologi perjuangan yang berpihak kepada rakyat kecil, kaum tani, buruh, dan seluruh elemen masyarakat yang termarjinalkan oleh struktur ekonomi dan politik yang timpang.
“GMNI hadir sebagai wadah tumbuh kembangnya mahasiswa yang mencetak kader bangsa berwawasan luas, berasaskan Marhaenisme dan Pancasila, sebagai garda pejuang pemikir Indonesia. Kader GMNI harus menjadi mahasiswa yang tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri, tetapi juga berpihak kepada rakyat kecil, sebagaimana semangat Marhaenisme yang diwariskan oleh Bung Karno,” tegas Sarinah dengan penuh semangat.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa STIKIP Hermon Mimika yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk tidak ragu bergabung dan berproses bersama GMNI, karena menurutnya, organisasi ini akan menjadi ruang pembentukan karakter kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kepekaan sosial yang akan sangat berguna baik selama masa perkuliahan maupun setelah terjun ke tengah masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi momentum bagi GMNI Kabupaten Mimika untuk memperkenalkan sejarah panjang organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1954 dan menjadi salah satu organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia. Sebagai organisasi yang lahir dari semangat perjuangan kemerdekaan dan gagasan besar Bung Karno tentang kedaulatan rakyat, GMNI disebut memiliki tanggung jawab historis untuk terus mencetak kader-kader bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Pengurus komisariat berharap, melalui sosialisasi ini, semakin banyak mahasiswa STIKIP Hermon Mimika yang tertarik untuk bergabung dan aktif dalam berbagai program kaderisasi, diskusi ideologi, kajian sosial, hingga kegiatan pengabdian masyarakat yang menjadi salah satu ciri khas gerakan GMNI di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Menutup kegiatan sosialisasi tersebut, Sarinah Olivia Ohoiulun menyampaikan harapannya agar sinergi yang telah terjalin antara GMNI Komisariat STIKIP Hermon Mimika dengan pihak kampus dapat terus berlanjut dan semakin erat di masa mendatang. Ia berharap kegiatan-kegiatan positif semacam ini dapat menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan wawasan dan karakter mahasiswa STIKIP Hermon Mimika.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi tumbuhnya kesadaran kolektif mahasiswa STIKIP Hermon Mimika untuk terus belajar, berproses, dan berjuang bersama demi kemajuan bangsa, khususnya bagi kemajuan Papua Tengah yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pengurus GMNI Komisariat STIKIP Hermon Mimika dengan mahasiswa yang hadir, yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan(Kf).
