MATARAM – SMA Negeri 6 Mataram menggelar Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (18/9/2026), dalam rangkaian kegiatan Imtaq sekolah. Salat Istisqa diikuti oleh guru, pegawai, dan siswa-siswi SMAN 6 Mataram dengan penuh khidmat.
Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum bagi keluarga besar SMAN 6 Mataram untuk meningkatkan ketaqwaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat yang terdampak musim kemarau.
Moh. Ridwan, S.Pd.Plt. Kepala SMAN 6 Mataram, mengatakan bahwa Shalat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dilakukan warga sekolah untuk memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan hujan dan keberkahan.
“Kegiatan Shalat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan. Kita melihat kondisi kemarau yang cukup panjang dan tentu ini berdampak pada kehidupan masyarakat,” ujar Moh. Ridwan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara akademik, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai religius, kepedulian sosial, dan pentingnya menjaga lingkungan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa ketika menghadapi kondisi seperti ini, selain melakukan berbagai upaya secara nyata, kita juga perlu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga doa dan ikhtiar kita dikabulkan dan hujan segera turun membawa manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Moh. Ridwan juga mengajak seluruh warga sekolah untuk tetap menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama selama musim kemarau.
Melalui kegiatan ini, SMAN 6 Mataram berharap nilai-nilai keagamaan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur(Yp).
