MATARAM – Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirimkan 10 onthelis untuk mengikuti Ngonthel Asia Pasifik Bumi Jenggolo 3 (BJ3) yang digelar di kawasan Gelora Delta, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 31 Oktober s/d 1 November 2026.
Keikutsertaan KOSTI NTB ini merupakan bentuk dukungan serta memeriahkan ulang tahun KOSTI Sidoarjo sekaligus dalam rangka mempererat tali persaudaraan antar komunitas sepeda tua dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
10 onthelis yang mewakili KOSTI NTB berasal dari sejumlah wilayah, yakni KOSTI Lombok Utara, KOSTI Lombok Barat, KOSTI Lombok Tengah, KOSTI Mataram, KOSTI NTB.
Adapun nama-nama onthelis yang mengikuti kegiatan tersebut adalah:
- H. Samsul Bahri (KOSTI Lombok Utara)
- H. Purne (KOSTI Lombok Barat)
- I Nengah Renes (KOSTI Lombok Tengah)
- Ibu Mangku (KOSTI Lombok Tengah)
- H. Agus Cahyono (KOSTI NTB)
- Hj. Wiwin Nurhandayani (KOSTI NTB)
- Edi Flores (KOSTI Mataram)
- Ali Bowo (KOSTI Mataram)
- I Gede Tirta (KOSTI NTB)
- Ghaza Gamada (KOSTI NTB)
H. Agus Cahyono Ketua KOSTI NTB mengatakan bahwa partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan dan solidaritas KOSTI NTB terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh KOSTI Sidoarjo. Selain itu, momentum ini menjadi kesempatan bagi para onthelis NTB untuk memperluas jaringan persaudaraan.
“Keikutsertaan 10 onthelis KOSTI NTB dalam Ngonthel Asia Pasifik Bumi Jenggolo 3 ini merupakan bentuk dukungan kami untuk memeriahkan perayaan ulang tahun KOSTI Sidoarjo. Kami ingin terus mempererat tali persaudaraan antar komunitas sepeda tua, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bagi kami, ngonthel bukan sekadar bersepeda, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi, kebersamaan, dan pelestarian budaya bersepeda tua,” ujar Agus Cahyono.
Ia berharap, keikutsertaan tersebut dapat semakin memperkuat eksistensi KOSTI NTB di tingkat nasional maupun internasional serta mendorong komunitas sepeda tua di daerah untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan positif.
Sementara itu I Gede Tirta Sekretaris KOSTI NTB menyampaikan bahwa BJ3 menjadi ajang istimewa karena memadukan olahraga, hiburan wisata dan pelestarian budaya bersepeda yang telah menjadi bagian dari sejarah masyarakat.
“BJ3 merupakan kegiatan yang sangat positif karena menggabungkan olahraga, hiburan, wisata dan pelestarian budaya bersepeda. Kehadiran para onthelis dari berbagai daerah di Indonesia dan negara-negara Asia Pasifik menjadi bukti bahwa sepeda tua memiliki daya tarik tersendiri. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman, memperluas persaudaraan, serta menjaga agar budaya bersepeda tua tetap lestari dan dikenal oleh generasi muda,” ungkap I Gede Tirta.
Festival Ngonthel Asia Pasifik BJ3 diperkirakan akan diikuti sekitar 10.000 onthelis atau pencinta sepeda tua dari berbagai daerah di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. Sejumlah komunitas sepeda tua dari negara-negara sahabat juga diundang untuk berpartisipasi, di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Jepang, India, China, dan Korea Selatan.
Kehadiran peserta dari berbagai wilayah dan negara tersebut diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan persahabatan lintas daerah dan lintas negara melalui kecintaan terhadap sepeda tua.
Bagi KOSTI NTB, partisipasi dalam BJ3 juga menjadi kesempatan untuk membawa semangat Satu Sepeda Sejuta Saudara sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan semangat persaudaraan masyarakat NTB kepada komunitas onthelis di tingkat Asia Pasifik(Yp).






