Tingkatkan Kompetensi Berbahasa Indonesia, PGRI Cabang Sandubaya Gandeng Balai Bahasa NTB Gelar PKBI

MATARAM – PGRI Cabang Sandubaya menggandeng Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Peningkatan Kemampuan Berbahasa Indonesia (PKBI), Kamis (22/10/2026), bertempat di Aula Balai Bahasa NTB.

Kegiatan ini diikuti 45 guru dan kepala sekolah dari jenjang SD se-Kecamatan Sandubaya sebagai upaya meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia sekaligus mendukung kesiapan murid menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PGRI Cabang Sandubaya dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui penguatan kompetensi bahasa dan literasi yang berperan penting dalam proses pembelajaran.

Ketua PGRI Cabang Sandubaya, Aries Setiarini, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan tujuan kegiatan tersebut adalah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam membaca, menulis, menyimak, maupun berbicara secara efektif sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

“Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi literasi guru agar dapat menerapkan strategi pembelajaran yang efektif, khususnya dalam mengembangkan kemampuan literasi, penalaran, dan kesiapan akademik peserta didik dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA)” ujarnya.

Lebih lanjut Aries berharap dengan kegiatan ini guru mampu menanamkan kecintaan terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada peserta didik. Guru yang memiliki kemahiran berbahasa Indonesia diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus menciptakan proses pembelajaran yang lebih berkualitas.

Sementara itu Imam Purwanto, S.Pd Ketua PGRI Cabang Kota Mataram dalam sambutannya mengatakan bahwa penguatan kemampuan berbahasa Indonesia bukan hanya menjadi tanggung jawab guru mata pelajaran bahasa Indonesia, melainkan seluruh pendidik di berbagai bidang studi.

“Persiapan murid menghadapi TKA dan UTBK tidak cukup hanya dengan memperbanyak latihan soal. Murid juga perlu dibiasakan memahami teks, menganalisis informasi, dan mengembangkan penalaran. Karena itu, kami berharap ilmu yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan oleh para guru di sekolah masing-masing,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi NTB atas dukungan dan kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja sama antara organisasi profesi guru dan lembaga kebahasaan perlu terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi secara efektif, mengembangkan kemampuan literasi murid, dan menumbuhkan keterampilan berpikir kritis. Penguasaan bahasa Indonesia menjadi salah satu fondasi penting untuk mencapai tujuan tersebut,” ungkapnya.

Imam Purwanto berharap kegiatan PKBI dapat menjadi momentum bagi para guru untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan menerapkan strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan murid.

Di sisi lain, Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum., dalam sambutan mengatakan kegiatan ini menekankan pentingnya penguatan kemampuan berbahasa Indonesia sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembelajaran dan budaya literasi di sekolah.

“Penguasaan bahasa Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan menggunakan tata bahasa yang benar. Kemampuan tersebut juga mencakup keterampilan memahami informasi, membaca secara kritis, menyampaikan gagasan dengan jelas, serta menulis secara runtut dan sesuai dengan tujuan komunikasi” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penguatan literasi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pendidik. Kemampuan membaca, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara tepat merupakan bekal penting bagi murid untuk mengikuti pembelajaran di berbagai bidang ilmu.

Dalam konteks persiapan TKA dan UTBK, kemampuan memahami teks dan menganalisis informasi menjadi keterampilan yang perlu terus dilatih. Meski demikian, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada hasil tes, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan pengetahuan, dan kemampuan murid menghadapi tantangan masa depan.

“Tujuan pendidikan tidak berhenti pada keberhasilan menghadapi tes. Kita ingin membentuk murid yang memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan berkomunikasi yang baik untuk menghadapi kehidupan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari penguatan kerja sama berkelanjutan antara PGRI Cabang Sandubaya dan Balai Bahasa Provinsi NTB dalam meningkatkan kompetensi guru dan memperluas budaya literasi di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram” tutupnya(Yp).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *