Breaking News
Beranda » Parwisata » Jaga Ekosistem Laut, Indonesia Perkuat Arah Baru Pariwisata Berkelanjutan

Jaga Ekosistem Laut, Indonesia Perkuat Arah Baru Pariwisata Berkelanjutan

  • account_circle Badrin Masuka
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar

BALI – Pariwisata Indonesia sedang bergerak ke arah baru. Bukan lagi sekadar mengejar lonjakan angka kunjungan, melainkan memastikan laut tetap lestari dan masyarakat pesisir ikut merasakan manfaatnya. Pesan itulah yang ditegaskan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat berbicara di forum internasional Bali Ocean Days 2026 di Jimbaran, Bali.

Di hadapan pemangku kepentingan pariwisata dan kelautan dari berbagai negara, Ni Luh Puspa menekankan bahwa ekosistem laut merupakan fondasi utama pariwisata Indonesia yang berkelanjutan sekaligus berdaya saing global.

“Pariwisata Indonesia tidak lagi berorientasi pada kuantitas semata, tetapi pada kontribusi nyata terhadap perlindungan ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya di 10 Destinasi Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif,” ujar Ni Luh Puspa, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, konsep pariwisata berkelanjutan di Indonesia telah didefinisikan secara tegas dalam regulasi nasional. Prinsipnya adalah menyeimbangkan perlindungan lingkungan, nilai sosial-budaya, serta manfaat ekonomi, baik untuk generasi saat ini maupun masa depan.

Komitmen tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Pariwisata, Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS), serta Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 9 Tahun 2021 tentang Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang mengadopsi standar global Global Sustainable Tourism Council (GSTC) dan prinsip pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di tingkat implementasi, pemerintah menghadirkan instrumen seperti SERTIDEWI (Sertifikasi Destinasi Pariwisata Berkelanjutan). Hingga kini, lebih dari 45 desa wisata dan dua destinasi telah memperoleh sertifikasi tersebut.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penerapan ekonomi biru sebagai strategi utama pembangunan nasional. Konsep ini menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggung jawab agar tetap produktif, sekaligus menciptakan nilai ekonomi, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Ekonomi biru memastikan laut tetap utuh, namun manfaatnya bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” kata Ni Luh Puspa.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 70 persen wilayah berupa laut, Indonesia memiliki potensi besar dalam pariwisata bahari. Data Kementerian Pariwisata mencatat, ekonomi bahari Indonesia menyumbang sekitar 5,9 miliar dolar AS pada 2024. Penguatan desa wisata pesisir menjadi salah satu indikatornya. Dari sekitar 12.000 desa pesisir, lebih dari 2.000 desa telah mengembangkan aktivitas pariwisata bahari hingga 2024.

Namun demikian, tantangan masih membayangi. Persoalan sampah dan limbah laut di kawasan wisata disebut sebagai pekerjaan rumah besar yang tidak bisa diselesaikan secara sektoral.

Menurut Ni Luh Puspa, koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah terus diperkuat, melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta pemerintah daerah.

Sejak 2025, Kementerian Lingkungan Hidup juga menggencarkan agenda bersih-bersih sampah laut, disertai edukasi masyarakat dan dukungan terhadap produk daur ulang untuk mengatasi persoalan sampah dari hulu hingga hilir.

Perhatian Presiden terhadap isu ini juga diwujudkan melalui rencana proyek waste-to-energy. Pada 2026, Danantara dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama proyek pengolahan sampah menjadi energi di tiga daerah, dengan Bali menjadi salah satu lokasi yang memulai proses tersebut pada Maret 2026.

“Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan,” ujar Ni Luh Puspa.

Untuk menjaga kualitas pariwisata bahari, Kementerian Pariwisata turut memperkuat aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan melalui manajemen destinasi berbasis risiko. Pendekatan ini mencakup regulasi yang jelas, standar operasional destinasi, serta pengurangan risiko bencana di tingkat lokal.

Berbagai inisiatif juga dijalankan, mulai dari Gerakan Wisata Bersih, penguatan keselamatan destinasi selam melalui kolaborasi dengan Divers Alert Network, hingga peluncuran Wonderful Indonesia Diving Directory sebagai sumber informasi terpercaya lokasi penyelaman berbasis konservasi.

Penguatan sumber daya manusia tak luput dari perhatian. Sertifikasi kompetensi dan peningkatan keterampilan tenaga pariwisata terus dilakukan untuk membangun kepercayaan wisatawan dan memastikan standar keselamatan yang tinggi.

Menutup sambutannya, Ni Luh Puspa mengapresiasi Bali Ocean Days 2026 sebagai ruang kolaborasi lintas sektor dan lintas negara.

“Forum ini bukan hanya tempat berdiskusi, tetapi seruan untuk bertindak. Pariwisata bahari berkelanjutan berarti menjaga keselamatan, melindungi ekosistem laut, dan memberdayakan masyarakat pesisir sebagai penjaga utama kekayaan bahari Indonesia,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wamenpar turut didampingi Asisten Deputi Aksesibilitas dan Amenitas Wilayah II, Dwi Marhen Yono.

  • Penulis: Badrin Masuka
  • Editor: ameri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penumpang LRT Jabodebek Tembus 57 Juta, Mobilitas Perkotaan Kian Bergeser ke Transportasi Publik

    Penumpang LRT Jabodebek Tembus 57 Juta, Mobilitas Perkotaan Kian Bergeser ke Transportasi Publik

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat pertumbuhan kinerja yang konsisten pada layanan LRT Jabodebek sejak mulai beroperasi pada Agustus 2023 hingga Januari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, LRT Jabodebek telah melayani total 57.149.924 pelanggan, menegaskan peran strategis transportasi rel perkotaan dalam menopang mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus meningkat. Tren kenaikan jumlah […]

  • Pembatasan Truk Berlaku, 48 Jembatan Timbang Disulap Jadi Rest Area Lebaran 2026

    Pembatasan Truk Berlaku, 48 Jembatan Timbang Disulap Jadi Rest Area Lebaran 2026

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle riberi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah mulai memanaskan mesin persiapan arus mudik Lebaran 2026. Di satu sisi, kebijakan pembatasan operasional angkutan barang kembali diterapkan demi kelancaran perjalanan pemudik. Di sisi lain, muncul pertanyaan klasik: apakah langkah ini cukup efektif mengurai kepadatan, atau hanya solusi sementara yang berulang tiap tahun? Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, […]

  • Indonesia Unjuk Gigi di ATF 2026, Perkuat Branding dan Arah Baru Pariwisata ASEAN

    Indonesia Unjuk Gigi di ATF 2026, Perkuat Branding dan Arah Baru Pariwisata ASEAN

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA – Panggung pariwisata Asia Tenggara kembali menjadi sorotan dunia. Di tengah dinamika pemulihan dan transformasi industri wisata global, Indonesia tampil aktif memperkuat kepemimpinan dan kolaborasi kawasan dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026 yang digelar di Cebu, Filipina, pada 27–31 Januari 2026. Forum pariwisata tahunan paling bergengsi di ASEAN ini menjadi momentum strategis bagi […]

  • Jepang Baru Meneliti, Rasulullah SAW Sudah Mencontohkan Sejak 1.400 Tahun Lalu

    Jepang Baru Meneliti, Rasulullah SAW Sudah Mencontohkan Sejak 1.400 Tahun Lalu

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle atz
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DI TENGAH  budaya kerja keras yang dikenal ekstrem, Jepang justru memiliki kebiasaan unik yang mungkin mengejutkan banyak orang: tidur siang singkat dianjurkan. Praktik ini dikenal dengan istilah inemuri, yang secara harfiah berarti “hadir sambil tertidur.” Di kantor, kereta, atau ruang publik, seseorang yang tertidur sebentar tidak selalu dianggap malas. Sebaliknya, ia sering dipersepsikan sebagai orang […]

  • Air Direbus Tak Selalu Aman: Fakta Sains di Balik Air Mendidih

    Air Direbus Tak Selalu Aman: Fakta Sains di Balik Air Mendidih

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle atz
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SELAMA  bertahun-tahun, merebus air dipercaya sebagai cara paling sederhana dan aman untuk mendapatkan air minum. Keyakinan ini begitu mengakar: selama air sudah mendidih, maka otomatis layak dikonsumsi. Namun, perkembangan sains menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Rebusan Ampuh Lawan Kuman, Tapi Bukan Segalanya Secara ilmiah, merebus air hingga mencapai titik didih sekitar 100 derajat […]

  • Parapuar Labuan Bajo Dikembangkan Jadi Magnet Wisata Wellness dan Agrowisata

    Parapuar Labuan Bajo Dikembangkan Jadi Magnet Wisata Wellness dan Agrowisata

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA – Labuan Bajo terus memantapkan langkah sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata, resmi menggandeng dua mitra strategis—PT Terra SparX dan Koperasi Pesantren Al-Ittifaq—untuk memperkuat pengembangan wisata wellness dan agrowisata di kawasan Parapuar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kerja sama tersebut ditandai […]

expand_less