Breaking News
Beranda » Kesehatan » Nyeri Sendi Kerap Kambuh? Ini 10 Obat Asam Urat Alami dari Tanaman Herbal yang Mudah Ditemukan

Nyeri Sendi Kerap Kambuh? Ini 10 Obat Asam Urat Alami dari Tanaman Herbal yang Mudah Ditemukan

  • account_circle Gapura News
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

RASA  nyeri mendadak di persendian, disertai bengkak dan sensasi panas, kerap menjadi “alarm” bagi banyak orang—terutama mereka yang memasuki usia dewasa. Kondisi ini sering dikaitkan dengan asam urat, gangguan kesehatan yang umum dialami pria di atas 30 tahun, meski perempuan juga berisiko, terutama setelah menopause.

Serangan asam urat bisa datang tiba-tiba dan bertahan selama beberapa hari. Nyeri yang muncul bahkan kerap membuat penderitanya kesulitan beraktivitas. Hampir semua persendian berisiko terkena, namun jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki menjadi area yang paling sering terdampak.

Selain pengobatan medis, banyak orang mulai melirik alternatif alami untuk membantu meredakan gejala. Tanaman herbal yang mudah didapat di sekitar kita ternyata menyimpan potensi besar sebagai pereda nyeri dan peradangan akibat asam urat. Berikut 10 obat asam urat alami dari tanaman herbal yang bisa dicoba.

1. Daun Salam

Tak hanya sebagai penyedap masakan, daun salam mengandung flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang berkhasiat meredakan peradangan. Rebus 5–10 lembar daun salam dengan 3 gelas air hingga tersisa sepertiganya, lalu minum secara rutin.

2. Biji Seledri

Biji seledri mengandung glikosida yang dipercaya membantu mengatasi gangguan persendian. Rebus biji seledri dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya, saring, lalu konsumsi 2–3 kali sehari.

3. Sambiloto

Meski rasanya pahit, sambiloto dikenal ampuh sebagai tanaman herbal. Kandungan aldehid, keton, dan flavonoid di dalamnya berperan sebagai pereda nyeri alami. Rebus segenggam kecil daun sambiloto dengan 2 gelas air dan minum air rebusannya sekali sehari.

4. Teh Hijau

Tak hanya populer sebagai minuman sehat, teh hijau mengandung polifenol dan antioksidan yang bersifat antiinflamasi. Konsumsi 1–2 gelas teh hijau per hari untuk membantu menekan risiko asam urat.

5. Brotowali

Tanaman pahit ini telah lama digunakan sebagai ramuan tradisional. Selain asam urat, brotowali juga dikenal bermanfaat untuk tekanan darah, kolesterol, dan daya tahan tubuh. Rebus batang atau daunnya, saring, lalu minum air rebusannya.

6. Sidaguri

Sidaguri kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan nyeri rematik dan asam urat. Cara pengolahannya sederhana, cukup direbus, disaring, dan diminum.

7. Kumis Kucing

Tanaman ini membantu memperlancar pengeluaran asam urat melalui urin berkat sifat diuretiknya. Rebus daun kumis kucing bersama irisan jahe merah, lalu konsumsi air rebusannya.

8. Teh Jelatang

Berasal dari Bengkulu Selatan, jelatang dikenal sebagai herbal pereda nyeri sendi. Seduh 1–2 sendok teh jelatang kering dengan air panas, saring, dan minum hingga 3 gelas per hari.

9. Jahe

Jahe mengandung senyawa antiinflamasi alami yang membantu meredakan nyeri sendi. Air rebusan jahe hangat dapat dikonsumsi secara rutin.

10. Kunyit

Kandungan kurkumin dalam kunyit dikenal sebagai pereda peradangan dan nyeri, termasuk akibat asam urat. Kunyit bisa dikonsumsi sebagai rebusan atau campuran minuman herbal.

Itulah 10 tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai obat asam urat alami. Selain mudah diperoleh dan diolah, pengobatan herbal ini kerap dipilih karena minim efek samping. Meski demikian, tetap disarankan untuk mengombinasikannya dengan pola makan sehat dan gaya hidup seimbang agar hasilnya lebih optimal.

  • Penulis: Gapura News

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liburan Bareng Lebih Irit, DAMRI Luncurkan Promo Twin Date 2.2 hingga Akhir Maret

    Liburan Bareng Lebih Irit, DAMRI Luncurkan Promo Twin Date 2.2 hingga Akhir Maret

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA – Memasuki awal Februari, bepergian bersama orang terdekat kini bisa jadi pilihan menarik untuk mengisi waktu luang. Menangkap momen tersebut, DAMRI menghadirkan promo spesial bertajuk 2.2 “Twin Date”, yang dirancang untuk memudahkan perjalanan antarkota dengan harga lebih terjangkau. Promo ini menyasar tren masyarakat yang semakin mengutamakan pengalaman dan kebersamaan saat bepergian. Meski tidak semua […]

  • Indonesia–Aljazair Jajaki Kerja Sama Pariwisata, Bidik Wisata Muslim hingga Alam Eksotis

    Indonesia–Aljazair Jajaki Kerja Sama Pariwisata, Bidik Wisata Muslim hingga Alam Eksotis

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 10
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia kian membuka pintu kolaborasi pariwisata lintas benua. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima kunjungan delegasi Majelis Rakyat Nasional (APN) Aljazair di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (21/1/2026) lalu, sebagai langkah awal mempererat hubungan persahabatan sekaligus menjajaki kerja sama strategis di sektor pariwisata. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyambut langsung Ketua APN Aljazair Mohamed […]

  • Air Direbus Tak Selalu Aman: Fakta Sains di Balik Air Mendidih

    Air Direbus Tak Selalu Aman: Fakta Sains di Balik Air Mendidih

    • calendar_month 12 jam yang lalu
    • account_circle atz
    • visibility 1
    • 0Komentar

    SELAMA  bertahun-tahun, merebus air dipercaya sebagai cara paling sederhana dan aman untuk mendapatkan air minum. Keyakinan ini begitu mengakar: selama air sudah mendidih, maka otomatis layak dikonsumsi. Namun, perkembangan sains menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Rebusan Ampuh Lawan Kuman, Tapi Bukan Segalanya Secara ilmiah, merebus air hingga mencapai titik didih sekitar 100 derajat […]

  • Tipang, Surga Tenang di Tepian Danau Toba yang Wajib Disinggahi

    Tipang, Surga Tenang di Tepian Danau Toba yang Wajib Disinggahi

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle gardo
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DANAU Toba kerap dijuluki Negeri Kepingan Surga. Julukan itu terasa masuk akal, sebab danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara ini dapat dinikmati dari beragam sudut pandang di tujuh kabupaten: Toba, Samosir, Simalungun, Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara. Setiap wilayah menyimpan lanskap dan cerita yang berbeda—dan salah satu yang paling memikat ada di sisi […]

  • Diplomasi Budaya Indonesia–Kuwait: Generasi Muda Menyatu Lewat Angklung dan Batik

    Diplomasi Budaya Indonesia–Kuwait: Generasi Muda Menyatu Lewat Angklung dan Batik

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pertukaran budaya kembali menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. Indonesia membuka ruang perjumpaan lintas budaya bagi generasi muda Kuwait melalui program Immersion Cultural Visit to Indonesia (ICVI) yang digelar pada 16–22 Januari 2026. Sebanyak 11 siswa berprestasi tingkat menengah dari Kuwait mengikuti program ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Nusantara secara langsung. Program ICVI […]

  • Nada Terakhir Ryan Kyoto: Musisi Era 80–90-an Berpulang, Karya Abadi Tinggal Kenangan

    Nada Terakhir Ryan Kyoto: Musisi Era 80–90-an Berpulang, Karya Abadi Tinggal Kenangan

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA – Nada-nada yang pernah mengisi kejayaan musik Indonesia era 1980–1990-an kini tinggal kenangan. Ryan Kyoto, penyanyi sekaligus pencipta lagu yang karyanya melekat di ingatan banyak penikmat musik Tanah Air, berpulang pada Rabu (28/1/2026) pagi. Ia menghembuskan napas terakhir di RS Polri, Jakarta Timur, pada usia 67 tahun. Musisi bernama asli Risniryan itu meninggal dunia […]

expand_less