Breaking News
Beranda » Budaya » Dari Lereng Bromo, Museum Tengger Jadi Benteng Terakhir Budaya Suku Tengger

Dari Lereng Bromo, Museum Tengger Jadi Benteng Terakhir Budaya Suku Tengger

  • account_circle Badrin Masuka
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

PROBOLINGO –  Upaya pelestarian budaya masyarakat Suku Tengger mendapat tonggak penting dengan diresmikannya Museum Tengger di kawasan kaki Gunung Bromo, Jawa Timur. Museum ini diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, sekaligus menjadi penanda tuntasnya proses revitalisasi yang dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Revitalisasi Museum Tengger digarap melalui sinergi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur bersama pemerintah daerah, sebagai wujud komitmen nyata menjaga warisan budaya, tradisi, dan adat istiadat masyarakat Tengger yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai revitalisasi museum ini bukan sekadar pembenahan fisik, melainkan langkah strategis dalam menjaga identitas budaya bangsa.

“Rehabilitasi dan revitalisasi Museum Tengger merupakan wujud nyata komitmen kita dalam melestarikan warisan budaya, tradisi, serta adat istiadat masyarakat Suku Tengger yang telah mengakar kuat dari generasi ke generasi,” ujar Fadli Zon dikutip, Rabu (28/1/2026).

Museum Tengger menyimpan beragam ekspresi budaya masyarakat setempat, mulai dari benda pusaka bersejarah, dokumentasi, busana adat, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya. Koleksi tersebut, menurut Fadli Zon, merepresentasikan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter masyarakat Tengger.

“Nilai harmoni antara manusia dengan alam, dengan sesama, dan dengan Sang Pencipta, termasuk semangat gotong royong, toleransi, dan berbagi, merupakan harta yang tak ternilai,” katanya.

Lebih jauh, Fadli Zon menegaskan arah kebijakan Kementerian Kebudayaan yang ingin menempatkan museum sebagai ruang hidup kebudayaan. Museum tidak lagi sekadar tempat penyimpanan benda, tetapi juga pusat informasi, edukasi, dan aktivitas budaya bagi masyarakat.

Sebagai kawasan wisata unggulan Jawa Timur, Gunung Bromo dinilai memiliki kekayaan budaya yang tak terpisahkan dari keindahan alamnya. Kehadiran Museum Tengger diharapkan menjadi jendela pengetahuan bagi wisatawan untuk memahami ekosistem budaya masyarakat di sekitarnya.

“Kita berharap pengunjung tidak hanya menikmati panorama Bromo, tetapi juga memahami kehidupan dan kebudayaan masyarakat Suku Tengger. Di sinilah peran penting Museum Tengger sebagai pusat edukasi budaya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli Zon juga menyinggung komitmen pemerintah dalam pelindungan warisan budaya, termasuk registrasi museum, cagar budaya, dan warisan budaya tak benda. Ia turut mengapresiasi peran tokoh adat Tengger, salah satunya Romo Sutomo yang sebelumnya menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan negara terhadap para tokoh adat yang terus menjaga dan meneladankan nilai-nilai budaya,” ungkapnya.

Ke depan, Museum Tengger diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekosistem budaya sekaligus ekonomi kreatif di wilayah sekitar. Peningkatan jumlah pengunjung diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal.

“Dengan hadirnya Museum Tengger, kami berharap museum ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman wisata di Gunung Bromo,” kata Fadli Zon.

Pengelolaan museum akan dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah, BPK Wilayah XI, dan masyarakat desa setempat, serta didukung kolaborasi dengan perguruan tinggi guna memperkaya riset dan koleksi.

Peresmian Museum Tengger turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, antara lain Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Muhammad Zubaidi, jajaran Forkopimda, serta tokoh adat Tengger Romo Dukun Sutomo dan Romo Dukun Eko Warnoto.

Menutup sambutannya, Menteri Fadli Zon menyatakan optimismenya terhadap masa depan Museum Tengger. Ia berharap museum ini terus berkembang dan menjadi pusat rujukan utama tentang adat istiadat masyarakat Tengger, Gunung Bromo, dan wilayah sekitarnya.

  • Penulis: Badrin Masuka
  • Editor: ameri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Unjuk Gigi di ATF 2026, Perkuat Branding dan Arah Baru Pariwisata ASEAN

    Indonesia Unjuk Gigi di ATF 2026, Perkuat Branding dan Arah Baru Pariwisata ASEAN

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAKARTA – Panggung pariwisata Asia Tenggara kembali menjadi sorotan dunia. Di tengah dinamika pemulihan dan transformasi industri wisata global, Indonesia tampil aktif memperkuat kepemimpinan dan kolaborasi kawasan dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026 yang digelar di Cebu, Filipina, pada 27–31 Januari 2026. Forum pariwisata tahunan paling bergengsi di ASEAN ini menjadi momentum strategis bagi […]

  • Maluku Barat Daya, Benteng Terakhir Laut Dunia: Dugong Berkumpul, Karang Bertahan 200 Tahun

    Maluku Barat Daya, Benteng Terakhir Laut Dunia: Dugong Berkumpul, Karang Bertahan 200 Tahun

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA – Di sudut timur Indonesia, jauh dari hiruk-pikuk industri dan kota besar, laut Maluku Barat Daya diam-diam menyimpan peran besar bagi planet ini. Ekspedisi ilmiah Kepulauan Romang–Damer 2025 yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama WWF Indonesia membuktikan satu hal penting: kawasan ini bukan sekadar indah, melainkan penyangga terakhir keanekaragaman hayati laut dunia […]

  • Pariwisata 2025 Melejit, Devisa Tembus Rp1.100 Triliun — Tapi Infrastruktur dan Kualitas Destinasi Masih Jadi Sorotan

    Pariwisata 2025 Melejit, Devisa Tembus Rp1.100 Triliun — Tapi Infrastruktur dan Kualitas Destinasi Masih Jadi Sorotan

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA — Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan kinerja impresif sepanjang 2025. Pemerintah mengklaim hampir seluruh target utama terlampaui, dari kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, hingga lonjakan kunjungan wisatawan. Namun di balik deretan angka positif tersebut, sejumlah catatan kritis tetap mencuat, terutama terkait kualitas destinasi, pemerataan manfaat, dan daya dukung infrastruktur. Menteri Pariwisata, […]

  • Tipang, Surga Tenang di Tepian Danau Toba yang Wajib Disinggahi

    Tipang, Surga Tenang di Tepian Danau Toba yang Wajib Disinggahi

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle gardo
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DANAU Toba kerap dijuluki Negeri Kepingan Surga. Julukan itu terasa masuk akal, sebab danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara ini dapat dinikmati dari beragam sudut pandang di tujuh kabupaten: Toba, Samosir, Simalungun, Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara. Setiap wilayah menyimpan lanskap dan cerita yang berbeda—dan salah satu yang paling memikat ada di sisi […]

  • DPR Bukan Sekadar Gedung, Netty Ajak Mahasiswa Unwir Pahami Demokrasi

    DPR Bukan Sekadar Gedung, Netty Ajak Mahasiswa Unwir Pahami Demokrasi

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle adam
    • visibility 40
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota DPR RI Netty Prasetiyani menerima kunjungan dosen dan mahasiswa Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu di Ruang Komisi II DPR RI, Rabu (28/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda edukasi politik sekaligus pengenalan langsung lembaga perwakilan rakyat kepada kalangan akademisi. Dalam pertemuan itu, Netty menyebut Gedung DPR RI sebagai “rumah besar demokrasi” yang seharusnya […]

  • HIMM Hadirkan Album Debut Selamanya, Merangkai Kisah Cinta Dewasa yang Jujur dan Reflektif

    HIMM Hadirkan Album Debut Selamanya, Merangkai Kisah Cinta Dewasa yang Jujur dan Reflektif

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA – Industri musik pop Indonesia kedatangan suara baru yang menawarkan kejujuran emosional. HIMM, solois dengan nama asli Himawan Darma, resmi memperkenalkan album debutnya bertajuk Selamanya, sebuah karya yang merangkum perjalanan cinta sebagai proses yang utuh—penuh keyakinan, keraguan, kehilangan, hingga keberanian untuk memulai kembali. Diproduksi oleh Goss Records, Selamanya menjadi penanda penting perjalanan musikal HIMM. […]

expand_less