Breaking News
Beranda » Budaya » Dari Lereng Bromo, Museum Tengger Jadi Benteng Terakhir Budaya Suku Tengger

Dari Lereng Bromo, Museum Tengger Jadi Benteng Terakhir Budaya Suku Tengger

  • account_circle Badrin Masuka
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

PROBOLINGO –  Upaya pelestarian budaya masyarakat Suku Tengger mendapat tonggak penting dengan diresmikannya Museum Tengger di kawasan kaki Gunung Bromo, Jawa Timur. Museum ini diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, sekaligus menjadi penanda tuntasnya proses revitalisasi yang dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Revitalisasi Museum Tengger digarap melalui sinergi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur bersama pemerintah daerah, sebagai wujud komitmen nyata menjaga warisan budaya, tradisi, dan adat istiadat masyarakat Tengger yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai revitalisasi museum ini bukan sekadar pembenahan fisik, melainkan langkah strategis dalam menjaga identitas budaya bangsa.

“Rehabilitasi dan revitalisasi Museum Tengger merupakan wujud nyata komitmen kita dalam melestarikan warisan budaya, tradisi, serta adat istiadat masyarakat Suku Tengger yang telah mengakar kuat dari generasi ke generasi,” ujar Fadli Zon dikutip, Rabu (28/1/2026).

Museum Tengger menyimpan beragam ekspresi budaya masyarakat setempat, mulai dari benda pusaka bersejarah, dokumentasi, busana adat, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya. Koleksi tersebut, menurut Fadli Zon, merepresentasikan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter masyarakat Tengger.

“Nilai harmoni antara manusia dengan alam, dengan sesama, dan dengan Sang Pencipta, termasuk semangat gotong royong, toleransi, dan berbagi, merupakan harta yang tak ternilai,” katanya.

Lebih jauh, Fadli Zon menegaskan arah kebijakan Kementerian Kebudayaan yang ingin menempatkan museum sebagai ruang hidup kebudayaan. Museum tidak lagi sekadar tempat penyimpanan benda, tetapi juga pusat informasi, edukasi, dan aktivitas budaya bagi masyarakat.

Sebagai kawasan wisata unggulan Jawa Timur, Gunung Bromo dinilai memiliki kekayaan budaya yang tak terpisahkan dari keindahan alamnya. Kehadiran Museum Tengger diharapkan menjadi jendela pengetahuan bagi wisatawan untuk memahami ekosistem budaya masyarakat di sekitarnya.

“Kita berharap pengunjung tidak hanya menikmati panorama Bromo, tetapi juga memahami kehidupan dan kebudayaan masyarakat Suku Tengger. Di sinilah peran penting Museum Tengger sebagai pusat edukasi budaya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli Zon juga menyinggung komitmen pemerintah dalam pelindungan warisan budaya, termasuk registrasi museum, cagar budaya, dan warisan budaya tak benda. Ia turut mengapresiasi peran tokoh adat Tengger, salah satunya Romo Sutomo yang sebelumnya menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan negara terhadap para tokoh adat yang terus menjaga dan meneladankan nilai-nilai budaya,” ungkapnya.

Ke depan, Museum Tengger diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekosistem budaya sekaligus ekonomi kreatif di wilayah sekitar. Peningkatan jumlah pengunjung diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal.

“Dengan hadirnya Museum Tengger, kami berharap museum ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman wisata di Gunung Bromo,” kata Fadli Zon.

Pengelolaan museum akan dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah, BPK Wilayah XI, dan masyarakat desa setempat, serta didukung kolaborasi dengan perguruan tinggi guna memperkaya riset dan koleksi.

Peresmian Museum Tengger turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, antara lain Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Muhammad Zubaidi, jajaran Forkopimda, serta tokoh adat Tengger Romo Dukun Sutomo dan Romo Dukun Eko Warnoto.

Menutup sambutannya, Menteri Fadli Zon menyatakan optimismenya terhadap masa depan Museum Tengger. Ia berharap museum ini terus berkembang dan menjadi pusat rujukan utama tentang adat istiadat masyarakat Tengger, Gunung Bromo, dan wilayah sekitarnya.

  • Penulis: Badrin Masuka
  • Editor: ameri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjaga Rasa Sejak 1965, Kopi Cap Bemo Bertahan di Jantung Pasar Rawamangun

    Menjaga Rasa Sejak 1965, Kopi Cap Bemo Bertahan di Jantung Pasar Rawamangun

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle adam
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA – Aroma kopi itu tak pernah benar-benar pergi dari Pasar Rawamangun, Jakarta Timur. Ia bertahan, mengendap, lalu tumbuh bersama waktu. Dari antara hiruk-pikuk pedagang dan deru kendaraan yang datang dan pergi, satu nama terus diseru para penikmat kopi lintas generasi: Toko Kopi Cap Bemo. Kisahnya bermula pada 1965, ketika almarhum Rahman Lahirin bersama istrinya, […]

  • Penumpang LRT Jabodebek Tembus 57 Juta, Mobilitas Perkotaan Kian Bergeser ke Transportasi Publik

    Penumpang LRT Jabodebek Tembus 57 Juta, Mobilitas Perkotaan Kian Bergeser ke Transportasi Publik

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat pertumbuhan kinerja yang konsisten pada layanan LRT Jabodebek sejak mulai beroperasi pada Agustus 2023 hingga Januari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, LRT Jabodebek telah melayani total 57.149.924 pelanggan, menegaskan peran strategis transportasi rel perkotaan dalam menopang mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus meningkat. Tren kenaikan jumlah […]

  • DPR Bukan Sekadar Gedung, Netty Ajak Mahasiswa Unwir Pahami Demokrasi

    DPR Bukan Sekadar Gedung, Netty Ajak Mahasiswa Unwir Pahami Demokrasi

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle adam
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota DPR RI Netty Prasetiyani menerima kunjungan dosen dan mahasiswa Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu di Ruang Komisi II DPR RI, Rabu (28/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda edukasi politik sekaligus pengenalan langsung lembaga perwakilan rakyat kepada kalangan akademisi. Dalam pertemuan itu, Netty menyebut Gedung DPR RI sebagai “rumah besar demokrasi” yang seharusnya […]

  • GEOFEST 2026 Segera Digelar, Toba Caldera Geopark Gaet Dukungan Pakar dan Pelaku Wisata

    GEOFEST 2026 Segera Digelar, Toba Caldera Geopark Gaet Dukungan Pakar dan Pelaku Wisata

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • account_circle gardo
    • visibility 1
    • 0Komentar

    MEDAN – Upaya memperkuat promosi pariwisata Danau Toba terus dimatangkan. Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGG) menggelar diskusi strategis bersama sejumlah pakar dan pelaku industri wisata di Sekretariat TCUGG, Jalan Rumah Sakit Haji No. 12 Komplek Poltekpar Medan, Kamis (16/4/2026). Diskusi yang dipimpin langsung oleh General Manager TCUGG, Dr. Azizul Kholis, SE, M.Si, […]

  • HIMM Hadirkan Album Debut Selamanya, Merangkai Kisah Cinta Dewasa yang Jujur dan Reflektif

    HIMM Hadirkan Album Debut Selamanya, Merangkai Kisah Cinta Dewasa yang Jujur dan Reflektif

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 28
    • 0Komentar

    JAKARTA – Industri musik pop Indonesia kedatangan suara baru yang menawarkan kejujuran emosional. HIMM, solois dengan nama asli Himawan Darma, resmi memperkenalkan album debutnya bertajuk Selamanya, sebuah karya yang merangkum perjalanan cinta sebagai proses yang utuh—penuh keyakinan, keraguan, kehilangan, hingga keberanian untuk memulai kembali. Diproduksi oleh Goss Records, Selamanya menjadi penanda penting perjalanan musikal HIMM. […]

  • Kawan Doyan Jalan jalan: 3 Tahun Touring, Mengangkat Keindahan Destinasi Wisata Daerah

    Kawan Doyan Jalan jalan: 3 Tahun Touring, Mengangkat Keindahan Destinasi Wisata Daerah

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 18
    • 0Komentar

    MEDAN – Suasana kebersamaan dan semangat berwisata terasa hangat saat komunitas touring sepeda motor “Kawan Doyan Jalan jalan” merayakan hari jadinya yang ke-3 pada 11 Februari 2026. Perayaan digelar di kawasan wisata Pantai N.G Bahorok, Kabupaten Kangjat, Sumatera Utara, dengan perjalanan darat sekitar tiga jam dari Kota Medan. Owner Widy Holidays, H. Amsyal, menjelaskan bahwa […]

expand_less