Breaking News
Beranda » Parwisata » Merawat Surga Bahari: Kolaborasi Menjaga Laut Indonesia Tetap Lestari

Merawat Surga Bahari: Kolaborasi Menjaga Laut Indonesia Tetap Lestari

  • account_circle gardo
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

BALI – Di balik debur ombak yang tak pernah lelah menyapa pantai dan kilau pasir putih yang memesona mata dunia, Indonesia tengah menapaki babak baru pariwisatanya. Tak lagi semata menjual keindahan, negeri kepulauan ini mulai menegaskan satu pesan penting: surga alam hanya akan bertahan jika dirawat bersama.

Sebuah kesadaran kolektif kini tumbuh di tengah para penggerak lingkungan, pelaku industri, hingga pemangku kebijakan. Pengelolaan sampah dan perlindungan ekosistem bahari ditempatkan sebagai fondasi utama keberlanjutan destinasi wisata. Keindahan alam, disadari bukanlah hadiah gratis, melainkan hasil dari tanggung jawab yang terus diperjuangkan.

Aktivis lingkungan sekaligus Founder Ecotourism Bali, Suzy Hutomo, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan pihak lain. Menurutnya, setiap individu—terutama aktor pariwisata—memiliki peran langsung dalam menjaga wajah Bali dan destinasi lain di Indonesia.

“Aktor pariwisata harus menyadari bahwa keindahan Bali yang luar biasa ini sebanding dengan usaha yang kita berikan. Kita harus mau ‘repot’ dan berinvestasi untuk mengurus sampah,” ujar Suzy Hutomo usai menjadi moderator dalam acara Bali Ocean Days di Jimbaran Convention Center, InterContinental Bali Resort, Sabtu (31/1/2026).

Ia juga menekankan peran wisatawan sebagai bagian dari solusi. Operator wisata bahari, kata Suzy, tidak hanya bertugas melayani, tetapi juga membimbing wisatawan agar berperilaku selaras dengan alam.

“Ini membutuhkan kolaborasi dan struktur yang kuat untuk benar-benar mempertahankan keindahan alam Bali dan Indonesia,” tambahnya.

Semangat serupa disuarakan CEO Wedoo, Valerine Chandrakesuma, yang memandang keberlanjutan lingkungan bahari sebagai urusan kompleks yang hanya bisa diselesaikan melalui gotong royong lintas sektor. Bagi Valerine, kesehatan laut adalah jantung dari ekonomi pariwisata.

“Wisatawan punya banyak pilihan destinasi di dunia. Jika terumbu karang rusak dan ikan bermigrasi karena air tercemar, pesona menyelam dan berselancar kita akan hilang,” katanya.

Melalui Wedoo, Valerine memperkenalkan mesin pengelolaan sampah inovatif yang mampu mereduksi volume limbah hingga 95 persen. Teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan logistik di wilayah terpencil, sekaligus mengubah sampah menjadi produk bernilai tambah.

“Dengan volume yang mengecil, sampah bukan lagi beban operasional yang mahal, melainkan aset bernilai ekonomi yang bisa diolah kembali,” ujarnya.

Ia berharap inovasi tersebut dapat menopang kelestarian wisata bahari Indonesia, seiring dengan penguatan regulasi dan implementasi yang konsisten.

“Tempat seindah ini harus dijaga agar tetap lestari hingga ribuan tahun ke depan,” kata Valerine.

Upaya menjaga laut Indonesia juga berdenyut kuat dari tingkat akar rumput. Di Desa Pemuteran, Bali, keterlibatan masyarakat dalam melindungi terumbu karang telah menuai pengakuan internasional. Di bawah naungan Yayasan Karang Lestari, warga bahu-membahu memulihkan ekosistem yang sempat rusak.

Manajer Yayasan Karang Lestari, Komang Astika, mengisahkan bahwa praktik penangkapan ikan yang merusak pernah mengancam kehidupan karang di wilayah tersebut. Melalui berbagai inisiatif, termasuk penerapan metode biorock, terumbu karang perlahan bangkit kembali.

“Dengan mengamankan dan merestorasi terumbu karang, pariwisata Desa Pemuteran berkembang lebih baik dan semakin berkualitas,” ujarnya.

Kesadaran kolektif itu mengubah tantangan ekologis menjadi peluang ekonomi. Pariwisata tumbuh, lingkungan pulih, dan kesejahteraan masyarakat meningkat seiring waktu.

Sinergi menuju destinasi kelas dunia ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengapresiasi peran seluruh pihak dalam menata ulang wisata bahari Indonesia yang berkelanjutan.

“Indonesia tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga komitmen nyata untuk menjaganya,” tegasnya.

Menurut Ni Luh Puspa, pemerintah terus memperkuat kebijakan yang mendorong keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan pariwisata.

“Komitmen ini membutuhkan kekuatan kolektif untuk membentuk pariwisata bahari yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, memastikan lautan kita terus menginspirasi kemakmuran dan kebanggaan bagi generasi mendatang,” ujarnya saat menjadi pembicara kunci di Bali Ocean Days 2026.

Di tengah tantangan zaman, Indonesia perlahan menegaskan jati dirinya: bukan hanya negeri yang indah untuk dikunjungi, tetapi rumah bersama yang layak dijaga—agar laut tetap biru, karang tetap hidup, dan pariwisata terus bernapas panjang.

  • Penulis: gardo
  • Editor: ameri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Ekosistem Laut, Indonesia Perkuat Arah Baru Pariwisata Berkelanjutan

    Jaga Ekosistem Laut, Indonesia Perkuat Arah Baru Pariwisata Berkelanjutan

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BALI – Pariwisata Indonesia sedang bergerak ke arah baru. Bukan lagi sekadar mengejar lonjakan angka kunjungan, melainkan memastikan laut tetap lestari dan masyarakat pesisir ikut merasakan manfaatnya. Pesan itulah yang ditegaskan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat berbicara di forum internasional Bali Ocean Days 2026 di Jimbaran, Bali. Di hadapan pemangku kepentingan pariwisata […]

  • Disorot Presiden, Aksi Bersih-Bersih Libatkan 1.000 Orang di Pantai Bali

    Disorot Presiden, Aksi Bersih-Bersih Libatkan 1.000 Orang di Pantai Bali

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle gardo
    • visibility 32
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bali kembali menjadi sorotan, bukan karena keindahan alamnya, melainkan persoalan sampah. Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sejumlah pantai di Bali yang dinilai semakin kotor, bahkan menuai keluhan dari tokoh-tokoh internasional. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten […]

  • Maluku Barat Daya, Benteng Terakhir Laut Dunia: Dugong Berkumpul, Karang Bertahan 200 Tahun

    Maluku Barat Daya, Benteng Terakhir Laut Dunia: Dugong Berkumpul, Karang Bertahan 200 Tahun

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA – Di sudut timur Indonesia, jauh dari hiruk-pikuk industri dan kota besar, laut Maluku Barat Daya diam-diam menyimpan peran besar bagi planet ini. Ekspedisi ilmiah Kepulauan Romang–Damer 2025 yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama WWF Indonesia membuktikan satu hal penting: kawasan ini bukan sekadar indah, melainkan penyangga terakhir keanekaragaman hayati laut dunia […]

  • Nada Terakhir Ryan Kyoto: Musisi Era 80–90-an Berpulang, Karya Abadi Tinggal Kenangan

    Nada Terakhir Ryan Kyoto: Musisi Era 80–90-an Berpulang, Karya Abadi Tinggal Kenangan

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA – Nada-nada yang pernah mengisi kejayaan musik Indonesia era 1980–1990-an kini tinggal kenangan. Ryan Kyoto, penyanyi sekaligus pencipta lagu yang karyanya melekat di ingatan banyak penikmat musik Tanah Air, berpulang pada Rabu (28/1/2026) pagi. Ia menghembuskan napas terakhir di RS Polri, Jakarta Timur, pada usia 67 tahun. Musisi bernama asli Risniryan itu meninggal dunia […]

  • Pecel Sayur, Sajian Sehat dengan Ragam Sayuran Segar

    Pecel Sayur, Sajian Sehat dengan Ragam Sayuran Segar

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PECEL  Sayur – Sayur-sayuran merupakan bahan makanan sehat yang kaya akan serat, vitamin serta nutrisi lainnya. Ada banyak sekali cara mengolah sayur, salah satunya dengan mengolahnya menjadi pecel. Resep Pecel Sayur merupakan salah satu pilihan untuk hadirkan ragam sayur-mayur dalam satu sajian menu. Tertarik coba buat sendiri Pecel Sayur untuk menu santap keluarga Anda di […]

  • Pembatasan Truk Berlaku, 48 Jembatan Timbang Disulap Jadi Rest Area Lebaran 2026

    Pembatasan Truk Berlaku, 48 Jembatan Timbang Disulap Jadi Rest Area Lebaran 2026

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle riberi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah mulai memanaskan mesin persiapan arus mudik Lebaran 2026. Di satu sisi, kebijakan pembatasan operasional angkutan barang kembali diterapkan demi kelancaran perjalanan pemudik. Di sisi lain, muncul pertanyaan klasik: apakah langkah ini cukup efektif mengurai kepadatan, atau hanya solusi sementara yang berulang tiap tahun? Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, […]

expand_less