Breaking News
Beranda » Kuliner » Menjaga Rasa Sejak 1965, Kopi Cap Bemo Bertahan di Jantung Pasar Rawamangun

Menjaga Rasa Sejak 1965, Kopi Cap Bemo Bertahan di Jantung Pasar Rawamangun

  • account_circle adam
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Aroma kopi itu tak pernah benar-benar pergi dari Pasar Rawamangun, Jakarta Timur. Ia bertahan, mengendap, lalu tumbuh bersama waktu. Dari antara hiruk-pikuk pedagang dan deru kendaraan yang datang dan pergi, satu nama terus diseru para penikmat kopi lintas generasi: Toko Kopi Cap Bemo.

Kisahnya bermula pada 1965, ketika almarhum Rahman Lahirin bersama istrinya, Berta, memperkenalkan kopi dengan cara yang nyaris tak terpikirkan hari ini—dibagikan secara gratis.

Setiap seduhan menjadi ajakan berkenalan, setiap cangkir menjadi pengikat rasa. Lokasinya persis di depan Terminal Bus Rawamangun, kawasan yang kala itu dipenuhi pangkalan bemo.

Dari situlah nama Kopi Cap Bemo lahir. Nama yang sederhana, membumi, dan merekam denyut keseharian pasar.

“Dulu orang minum kopi sambil berdiri, ngobrol, lalu pelan-pelan kenal rasanya. Dari situ Kopi Bemo mulai dicari,” tutur Edward Nurjadi, generasi penerus sekaligus pemilik Toko Kopi Cap Bemo saat ini.

Tak lama berselang, keluarga Rahman mendapat tawaran dari Kepala Pasar Rawamangun untuk berjualan di dalam pasar. Sejak itulah Kopi Bemo menempati kios tetap dan menjadi bagian dari denyut nadi Rawamangun. Sopir dan kernet bus malam, pedagang pasar, hingga warga sekitar menjadikan Kopi Bemo sebagai persinggahan wajib.

Pada masa awal, jenis kopi yang tersedia masih terbatas. Hanya beberapa pilihan seperti Robusta Lampung, Robusta Ujung Pandang, Arabika Toraja, Mandailing, Sidikalang, Lampung Robusta Dampit, serta satu racikan khas yang hingga kini tetap dipertahankan: Special Mix.

“Special Mix itu ciri Kopi Bemo. Komposisinya 80 persen robusta dan 20 persen arabika. Resepnya dari dulu, nggak pernah berubah,” kata Edward.

Estafet kemudian berpindah. Sejak 2011, Edward mulai menangani langsung Kopi Bemo. Ia memilih jalan yang hati-hati: memperluas pilihan, namun tetap menjaga karakter. Hingga akhirnya, pada 2025, Toko Kopi Bemo direnovasi total. Toko kopi dan toko snek dipisah, ruang lebih lega, tampilan lebih rapi—tanpa meninggalkan ruh pasar tradisional.

Jumlah varian kopi pun melonjak signifikan. Dari yang semula hanya lima hingga enam jenis, kini berkembang menjadi 50 varian kopi. Mulai dari biji kopi nusantara hingga pilihan untuk kebutuhan kedai.

Kopi Cap Bemo yang dijual (foto. lazir – gapuranews.com)

“Kuncinya tetap sama: kualitas,” tegas Edward.
Ia meniru prinsip sang ayah yang dikenal tak pernah tergesa menaikkan harga.
“Kalau harga naik, kami kasih tahu dulu ke pelanggan. Jangan sampai mereka kecewa. Itu warisan dari papa.”

Pendekatan itu membuat Kopi Bemo bertahan dan tumbuh. Tak hanya melayani pelanggan ritel, Kopi Bemo kini juga memasok kopi ke hotel, restoran, dan kafe (horeka). Kawasannya pun strategis—dekat dengan Industri Pulogadung, kampus, pusat perbelanjaan, hingga instansi pemerintah.

“Khusus Rawamangun, Kopi Cap Bemo itu sudah seperti minuman wajib. Semua warga Rawamangun pasti pernah minum kopi Bemo,” ucap Edward sambil tersenyum.

Nama “Bemo” sendiri mencerminkan identitas pasar. Menurut Edward, hampir setiap pasar tradisional punya kopi andalan.
“Di Jatinegara ada Biskota dan Sedan, di Bogor ada Oplet, di Senen ada Bajaj. Rawamangun punya Kopi Cap Bemo,” jelasnya.

Kini, Kopi Bemo menyediakan empat jenis utama kopi: robusta, arabika, excelsa, dan liberika. Meski demikian, robusta dan arabika tetap menjadi favorit para penikmat kopi Tanah Air. Edward pun terus memperdalam pengetahuannya lewat pelatihan barista dan cupping.

“Saya belajar terus. Kopi itu nggak akan pernah habis dibahas,” katanya.

Soal rasa, Kopi Bemo memiliki beberapa primadona. Robusta Sidikalang Premium menjadi salah satu yang paling diburu—roasting gelap, body bold, pahit kuat, dan aroma khas yang menggoda. Ada pula Robusta Dampit dari Malang, Jawa Timur, dengan karakter karamel, cokelat, earthy, body kental, dan acidity rendah.

Di setiap sudut Toko Kopi Cap Bemo, tersimpan cerita tentang pasar, perjalanan, dan kesetiaan pada rasa.

Dari bemo yang kini tinggal kenangan, hingga cangkir kopi yang terus diseduh, Kopi Bemo membuktikan satu hal: legenda tak pernah benar-benar usang—ia hanya terus disajikan, dari generasi ke generasi.

  • Penulis: adam
  • Editor: ameri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Mimpi Anak Indonesia, Mahakarya Pictures Rilis Trailer Resmi Film Petualangan ‘Pelangi di Mars’

    Wujudkan Mimpi Anak Indonesia, Mahakarya Pictures Rilis Trailer Resmi Film Petualangan ‘Pelangi di Mars’

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mahakarya Pictures merilis trailer resmi film anak bertema petualangan dan fiksi ilmiah, Pelangi di Mars, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 13 Februari 2026. Film ini mengangkat kisah perjalanan seorang anak Indonesia di Planet Mars yang mengemban misi penting demi mengatasi krisis air di Bumi. Dikembangkan selama lima tahun, produksi ini menggunakan teknologi Extended […]

  • ATF 2026 Jadi Panggung Indonesia Perkuat Arah Pariwisata ASEAN

    ATF 2026 Jadi Panggung Indonesia Perkuat Arah Pariwisata ASEAN

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 38
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komitmen Indonesia dalam membangun pariwisata ASEAN yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global kembali ditegaskan dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026 yang digelar di Cebu, Filipina. Forum ini menjadi momentum penting bagi negara-negara ASEAN untuk menyepakati arah baru pengembangan sektor pariwisata kawasan melalui adopsi ASEAN Tourism Sectoral Plan (ATSP) 2026–2030. Peta jalan […]

  • Tidur Bukan Sekadar Istirahat: Rahasia Kesehatan yang Sering Diremehkan

    Tidur Bukan Sekadar Istirahat: Rahasia Kesehatan yang Sering Diremehkan

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle adam
    • visibility 27
    • 0Komentar

    TIDUR sering dianggap sekadar jeda dari rutinitas harian. Setelah hari yang panjang dan melelahkan, banyak orang merasa cukup dengan memejamkan mata beberapa jam, lalu berharap tubuh kembali segar. Namun kenyataannya, tak sedikit yang bangun pagi dengan kepala berat, tubuh lelah, dan emosi yang mudah tersulut—meski durasi tidurnya terasa cukup. Fenomena ini semakin sering terjadi di […]

  • Mengapa Orang yang Rajin Sholat Bisa Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Mengapa Orang yang Rajin Sholat Bisa Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle atz
    • visibility 21
    • 0Komentar

    ILMU kedokteran modern mengungkap fakta menarik tentang tubuh manusia: betis berperan sebagai “jantung kedua” yang membantu mengalirkan darah kembali ke jantung. Yang lebih menarik, gerakan sederhana dalam sholat seperti rukuk dan sujud ikut mengaktifkan pompa alami ini, sehingga berdampak positif bagi kesehatan peredaran darah. Betis dan Mekanisme “Jantung Kedua” Darah yang turun ke kaki harus […]

  • Bukan Sekadar Konten, Ini Gerakan: Magelang Creator Hub Resmi Dibentuk

    Bukan Sekadar Konten, Ini Gerakan: Magelang Creator Hub Resmi Dibentuk

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 11
    • 0Komentar

    MAGELANG — Ketika ruang kreatif formal dirasa belum memadai dan ekosistem pendukung belum sepenuhnya terbangun, para kreator lokal memilih bergerak secara mandiri. Sabtu (28/2/2026), di Groundjava Cafe, Grabag, lahir Magelang Creator Hub — sebuah komunitas yang membawa semangat kolaborasi sekaligus refleksi atas kebutuhan ruang kreatif yang lebih terstruktur di Kabupaten Magelang. Selama ini, geliat konten […]

  • DPR Bukan Sekadar Gedung, Netty Ajak Mahasiswa Unwir Pahami Demokrasi

    DPR Bukan Sekadar Gedung, Netty Ajak Mahasiswa Unwir Pahami Demokrasi

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle adam
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota DPR RI Netty Prasetiyani menerima kunjungan dosen dan mahasiswa Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu di Ruang Komisi II DPR RI, Rabu (28/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda edukasi politik sekaligus pengenalan langsung lembaga perwakilan rakyat kepada kalangan akademisi. Dalam pertemuan itu, Netty menyebut Gedung DPR RI sebagai “rumah besar demokrasi” yang seharusnya […]

expand_less