Diplomasi Budaya Indonesia–Kuwait: Generasi Muda Menyatu Lewat Angklung dan Batik
- account_circle Gapura News
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar

Pelajar Kwait belajar budaya Indonesia (dok. rentak.id)
JAKARTA – Pertukaran budaya kembali menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. Indonesia membuka ruang perjumpaan lintas budaya bagi generasi muda Kuwait melalui program Immersion Cultural Visit to Indonesia (ICVI) yang digelar pada 16–22 Januari 2026.
Sebanyak 11 siswa berprestasi tingkat menengah dari Kuwait mengikuti program ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Nusantara secara langsung.
Program ICVI merupakan hasil kolaborasi Direktorat Promosi Kebudayaan, Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan dengan Direktorat Timur Tengah, Direktorat Jenderal Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Kuwait Fund for Arab Economic Development (KFAED), sebuah lembaga pembangunan internasional yang selama ini memiliki kontribusi nyata di Indonesia, termasuk pembangunan Jembatan Pasupati di Bandung yang diresmikan pada 2005.
Rangkaian kegiatan dimulai di Provinsi Jawa Barat. Para siswa Kuwait mengunjungi Gedung Sate di Kota Bandung, bangunan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Di lokasi ini, delegasi memperoleh penjelasan mengenai sejarah, arsitektur, dan fungsi Gedung Sate, sekaligus disambut secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kunjungan tersebut menjadi pengantar awal untuk memahami sejarah serta tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia.
Masih di Bandung, delegasi diajak menyelami kekayaan seni tradisional di Saung Angklung Udjo. Mereka tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga turut memainkan angklung secara langsung.
Pengalaman partisipatif ini memperkenalkan angklung sebagai warisan budaya takbenda Indonesia yang telah diinskripsi UNESCO, sekaligus menghadirkan pembelajaran lintas budaya yang berkesan bagi para peserta. Delegasi juga mengikuti gastronomy workshop di Rumah Mode Factory Outlet, yang merupakan bangunan cagar budaya, untuk mengenal ragam kuliner dan nilai budaya di baliknya.
Agenda kemudian berlanjut ke DKI Jakarta. Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), para peserta mengunjungi anjungan daerah, Tugu Api Pancasila, serta Museum Batik Indonesia. Mereka juga berkesempatan mengikuti praktik membatik sebagai bentuk pengenalan seni tradisi yang masih lestari hingga kini. Selain itu, delegasi mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua Jakarta dan mengikuti pottery workshop untuk mengenal lebih dekat seni kriya Nusantara.
Sebagai penutup rangkaian ICVI 2026 sekaligus simbol persahabatan Indonesia–Kuwait, digelar Farewell Dinner di Museum Nasional. Acara ini dihadiri jajaran Kementerian Kebudayaan RI, antara lain Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, Direktur Diplomasi Kebudayaan Raden Usman Effendi, Direktur Promosi Kebudayaan Undri, serta Direktur Kerja Sama Kebudayaan Mardisontori.
Turut hadir perwakilan Kedutaan Besar Kuwait dan mitra terkait, di antaranya Second Secretary Embassy Kuwait in Indonesia Abdulrahman Bader J. A. J. Alsaeed, Head of Delegation Kuwait Fatemah Nouri, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Ahrul Tsani Fathurrahman, serta Group Head Park Attraction TMII I Gusti Putu Ngurah Sedana. Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi penguatan hubungan bilateral melalui diplomasi budaya yang berkelanjutan.
- Penulis: Gapura News
