Indonesia–Aljazair Jajaki Kerja Sama Pariwisata, Bidik Wisata Muslim hingga Alam Eksotis
- account_circle Badrin Masuka
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyambut Ketua Majelis Rakyat Nasional Aljazair Mohamed Yazid Benhemmouda (dok. gapuranews.com)
JAKARTA – Indonesia kian membuka pintu kolaborasi pariwisata lintas benua. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima kunjungan delegasi Majelis Rakyat Nasional (APN) Aljazair di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (21/1/2026) lalu, sebagai langkah awal mempererat hubungan persahabatan sekaligus menjajaki kerja sama strategis di sektor pariwisata.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyambut langsung Ketua APN Aljazair Mohamed Yazid Benhemmouda bersama jajaran delegasi dan perwakilan Kedutaan Besar Aljazair. Pertemuan perdana ini dinilai menjadi momentum penting untuk membuka peluang kolaborasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kerja sama ini berpotensi memberi manfaat nyata, mulai dari pelaku pariwisata, UMKM, pemandu wisata lokal, hingga investor,” ujar Ni Luh Puspa.
Ia mengungkapkan, data pascapandemi COVID-19 menunjukkan tren positif kunjungan wisatawan Aljazair ke Indonesia yang tumbuh sekitar 25 persen. Peningkatan ini sejalan dengan menguatnya volume perdagangan antara kedua negara.
Menurut Ni Luh, kondisi tersebut menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar Afrika Utara sekaligus mengembangkan segmen wisatawan muslim.
“Ini juga membuka ruang transfer pengetahuan, termasuk melalui enam politeknik pariwisata yang berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata,” katanya.
Dalam pertemuan itu, delegasi Aljazair menyatakan ketertarikan mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengelola wisata religi dan wisata alam—dua sektor unggulan yang juga tengah dikembangkan di Aljazair.
Kesamaan visi ini dinilai mampu melahirkan kolaborasi unik, dengan memadukan daya tarik Indonesia sebagai negara maritim yang kaya lanskap tropis dan budaya, serta Aljazair sebagai negara kontinental dengan pesona gurun dan sejarah peradaban yang kuat.
“Indonesia dan Aljazair juga memiliki keselarasan dalam pengembangan wisata budaya,” tambah Ni Luh Puspa.
Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini Mohammad Paham, menegaskan bahwa meski kerja sama masih berada pada tahap awal, pertemuan ini menjadi fondasi penting bagi promosi pariwisata yang berkelanjutan.
“Ke depan, arah kerja sama akan difokuskan pada dukungan kebijakan dari badan legislatif kedua negara serta penciptaan iklim investasi yang kondusif, agar pengusaha dapat membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing global,” ujar Martini.
Dengan langkah awal ini, Indonesia tak hanya memperluas jejaring pariwisata internasional, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai destinasi ramah, inklusif, dan kaya pengalaman bagi wisatawan dunia.
- Penulis: Badrin Masuka
- Editor: regardo sipiroko
