Penumpang LRT Jabodebek Tembus 57 Juta, Mobilitas Perkotaan Kian Bergeser ke Transportasi Publik
- account_circle Badrin Masuka
- calendar_month Sel, 10 Feb 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar

LRT di stasiun (foto. ist)
JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat pertumbuhan kinerja yang konsisten pada layanan LRT Jabodebek sejak mulai beroperasi pada Agustus 2023 hingga Januari 2026.
Dalam kurun waktu tersebut, LRT Jabodebek telah melayani total 57.149.924 pelanggan, menegaskan peran strategis transportasi rel perkotaan dalam menopang mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus meningkat.
Tren kenaikan jumlah pengguna terlihat jelas pada awal 2026. Sepanjang Januari 2026, LRT Jabodebek melayani 2.714.594 pelanggan. Angka ini melonjak dibandingkan Januari 2025 yang tercatat sebanyak 2.146.859 pelanggan, serta jauh di atas Januari 2024 yang masih berada di angka 1.200.399 pelanggan.
Peningkatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi harian, khususnya untuk kebutuhan bekerja dan aktivitas ekonomi.
Secara tahunan, akselerasi pertumbuhan pelanggan juga berlangsung signifikan. Pada 2024, jumlah penumpang tercatat sebanyak 21.055.870 pelanggan dan meningkat menjadi 28.816.787 pelanggan sepanjang 2025.
Pertumbuhan ini sejalan dengan berkembangnya kawasan hunian, pusat perkantoran, dan sektor jasa yang membutuhkan layanan transportasi publik yang andal, terjadwal, dan berkelanjutan.
Dari sisi distribusi penumpang, sejumlah stasiun utama menunjukkan peran penting LRT Jabodebek dalam membangun keterhubungan antarkawasan. Stasiun Dukuh Atas menjadi simpul pergerakan tertinggi dengan total 17.548.139 gate in dan gate out. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat integrasi antarmoda sekaligus berada di jantung kawasan bisnis dan perkantoran.
Stasiun Harjamukti mencatat 13.281.814 gate in dan gate out, mencerminkan perannya sebagai akses utama kawasan hunian yang berkembang pesat di wilayah timur. Konektivitas langsung menuju pusat aktivitas turut mendorong pergeseran masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik berbasis rel.
Sementara itu, Stasiun Kuningan melayani 10.274.649 gate in dan gate out, didorong karakter kawasan sebagai pusat perkantoran, kedutaan, dan layanan jasa. Tingginya pergerakan di stasiun ini menegaskan peran LRT Jabodebek dalam menunjang aktivitas ekonomi yang menuntut kepastian waktu tempuh.
Stasiun Cikoko mencatat 9.246.972 gate in dan gate out sebagai simpul integrasi antarkereta perkotaan, sedangkan Stasiun Pancoran melayani 7.347.741 gate in dan gate out yang memperkuat keterkaitan kawasan hunian dengan pusat kegiatan.
Kinerja tersebut sejalan dengan dinamika mobilitas penduduk. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan peningkatan aktivitas perjalanan harian penduduk usia produktif di kawasan perkotaan, terutama untuk bekerja dan mengakses layanan ekonomi. Dalam konteks ini, transportasi rel perkotaan menjadi elemen penting untuk menjaga keterhubungan kawasan, meningkatkan efisiensi perjalanan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pertumbuhan pelanggan LRT Jabodebek mencerminkan manfaat nyata layanan ini bagi masyarakat dan pengembangan kawasan.
“LRT Jabodebek dirancang untuk menghubungkan kawasan hunian, pusat aktivitas, dan simpul transportasi secara terintegrasi. Pertumbuhan pelanggan yang konsisten menunjukkan bahwa layanan ini semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Anne dikuti gapuranews, Selasa (10/2/2026).
Ke depan, LRT Jabodebek diproyeksikan kian berperan dalam mendukung mobilitas perkotaan seiring tumbuhnya pusat-pusat aktivitas baru dan penguatan integrasi antarmoda. Dengan tren pertumbuhan yang terjaga sejak awal operasi, LRT Jabodebek menjadi bagian penting dari transformasi transportasi publik nasional menuju sistem yang lebih terhubung, adaptif, dan berkelanjutan.
- Penulis: Badrin Masuka
- Editor: regardo sipiroko
- Sumber: https://rentak.id/571-juta-pelanggan-dilayani-lrt-jabodebek-tunjukkan-pertumbuhan-konsisten-sejak-awal-operasi/
