Breaking News
Beranda » Travel » Pariwisata Ramah Muslim Jadi Strategi Nasional, Indonesia Bidik Panggung Global

Pariwisata Ramah Muslim Jadi Strategi Nasional, Indonesia Bidik Panggung Global

  • account_circle Gapura News
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Pemerintah menempatkan pariwisata ramah Muslim sebagai salah satu pilar penting dalam strategi pembangunan ekonomi nasional. Pendekatan ini tidak hanya menyasar sektor pariwisata semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah, menarik investasi berkualitas, dan meningkatkan posisi Indonesia dalam persaingan global.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan, pengembangan layanan ramah Muslim merupakan upaya meningkatkan standar pelayanan destinasi tanpa menggeser karakter budaya lokal. Menurutnya, konsep ini justru memperkaya pengalaman wisata dengan menghadirkan layanan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pariwisata ramah Muslim adalah bagian dari penguatan daya saing nasional. Kita membangun ekosistem yang nyaman, terbuka, dan mampu menjawab kebutuhan pasar global, tanpa kehilangan jati diri budaya Indonesia,” ujar Ni Luh saat berbicara dalam forum Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness & Global Export Readiness di Menara Kadin, Jakarta,  dikutip Kamis Rabu (29/1/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan pariwisata inklusif sejalan dengan arah pembangunan nasional. Layanan ramah Muslim diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengubah wajah destinasi. Dengan begitu, seluruh wisatawan dari berbagai latar belakang tetap dapat menikmati kekayaan tradisi, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan utama pariwisata Indonesia.

Dari sisi pasar, Ni Luh menyoroti besarnya peluang yang ditawarkan oleh pertumbuhan wisatawan Muslim dunia. Populasi Muslim global diproyeksikan mencapai 2,5 miliar jiwa pada 2035, sementara jumlah wisatawan Muslim diperkirakan menembus 245 juta orang pada 2030 dengan nilai belanja sekitar 235 miliar dolar AS.

Indonesia dinilai berada pada posisi strategis dengan populasi Muslim sekitar 248 juta jiwa atau 87 persen dari total penduduk. Kontribusi tersebut setara dengan 11,3 persen populasi Muslim dunia dan 86 persen di kawasan ASEAN. Potensi ini tersebar di 19 provinsi dengan mayoritas penduduk Muslim, yang menjadi fondasi alami bagi pengembangan destinasi ramah Muslim.

Untuk memperkuat daya saing global, Kementerian Pariwisata menggandeng berbagai lembaga, termasuk Bank Indonesia, melalui peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Indeks ini digunakan untuk mengukur kesiapan provinsi dalam mengembangkan pariwisata ramah Muslim sesuai standar internasional.

Sebanyak 15 provinsi ditetapkan sebagai daerah unggulan, dengan Aceh dan Banten memperoleh pengakuan khusus berkat kekhasan budaya serta tata kelola destinasi yang dinilai menonjol.

Di sisi hulu, penguatan rantai nilai juga dilakukan melalui program Sertifikasi Halal UMKM bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga kini, Kemenpar telah memfasilitasi penerbitan 14.694 sertifikat halal di 391 desa wisata yang tersebar di 33 provinsi.

Kemenpar juga menyusun standar nasional layanan pariwisata ramah Muslim bersama Bappenas dan Bank Indonesia, guna memastikan kualitas pelayanan yang konsisten di seluruh destinasi.

Lebih jauh, Ni Luh menekankan pariwisata ramah Muslim diarahkan sebagai motor penggerak investasi syariah di sektor riil karena bersifat padat karya dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kita dorong sektor ini menjadi platform utama investasi syariah. Akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku lokal harus terus diperluas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan pembiayaan, Kemenpar mempererat sinergi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), termasuk memfasilitasi pelaku usaha pariwisata binaan untuk mengikuti business matching pembiayaan syariah bersama Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian UMKM.

Ni Luh pun optimistis kolaborasi lintas sektor ini akan membawa Indonesia menjadi salah satu destinasi pariwisata ramah Muslim terdepan di dunia.

“Kita ingin langkah ini menjadi kerja bersama pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mengangkat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.

  • Penulis: Gapura News

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tipang, Surga Tenang di Tepian Danau Toba yang Wajib Disinggahi

    Tipang, Surga Tenang di Tepian Danau Toba yang Wajib Disinggahi

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle gardo
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DANAU Toba kerap dijuluki Negeri Kepingan Surga. Julukan itu terasa masuk akal, sebab danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara ini dapat dinikmati dari beragam sudut pandang di tujuh kabupaten: Toba, Samosir, Simalungun, Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara. Setiap wilayah menyimpan lanskap dan cerita yang berbeda—dan salah satu yang paling memikat ada di sisi […]

  • Merawat Surga Bahari: Kolaborasi Menjaga Laut Indonesia Tetap Lestari

    Merawat Surga Bahari: Kolaborasi Menjaga Laut Indonesia Tetap Lestari

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle gardo
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BALI – Di balik debur ombak yang tak pernah lelah menyapa pantai dan kilau pasir putih yang memesona mata dunia, Indonesia tengah menapaki babak baru pariwisatanya. Tak lagi semata menjual keindahan, negeri kepulauan ini mulai menegaskan satu pesan penting: surga alam hanya akan bertahan jika dirawat bersama. Sebuah kesadaran kolektif kini tumbuh di tengah para […]

  • Menjaga Rasa Sejak 1965, Kopi Cap Bemo Bertahan di Jantung Pasar Rawamangun

    Menjaga Rasa Sejak 1965, Kopi Cap Bemo Bertahan di Jantung Pasar Rawamangun

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle adam
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA – Aroma kopi itu tak pernah benar-benar pergi dari Pasar Rawamangun, Jakarta Timur. Ia bertahan, mengendap, lalu tumbuh bersama waktu. Dari antara hiruk-pikuk pedagang dan deru kendaraan yang datang dan pergi, satu nama terus diseru para penikmat kopi lintas generasi: Toko Kopi Cap Bemo. Kisahnya bermula pada 1965, ketika almarhum Rahman Lahirin bersama istrinya, […]

  • Penumpang LRT Jabodebek Tembus 57 Juta, Mobilitas Perkotaan Kian Bergeser ke Transportasi Publik

    Penumpang LRT Jabodebek Tembus 57 Juta, Mobilitas Perkotaan Kian Bergeser ke Transportasi Publik

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat pertumbuhan kinerja yang konsisten pada layanan LRT Jabodebek sejak mulai beroperasi pada Agustus 2023 hingga Januari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, LRT Jabodebek telah melayani total 57.149.924 pelanggan, menegaskan peran strategis transportasi rel perkotaan dalam menopang mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus meningkat. Tren kenaikan jumlah […]

  • Sambut Lebaran 2026, BBWI Travel Fair Hadirkan Promo Wisata Nusantara

    Sambut Lebaran 2026, BBWI Travel Fair Hadirkan Promo Wisata Nusantara

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menyambut lonjakan minat liburan pada momentum Lebaran 2026, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menghadirkan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair 2026. Ajang ini akan digelar selama tiga hari, pada 13–15 Februari 2026, di Mosaic […]

  • Diplomasi Budaya Indonesia–Kuwait: Generasi Muda Menyatu Lewat Angklung dan Batik

    Diplomasi Budaya Indonesia–Kuwait: Generasi Muda Menyatu Lewat Angklung dan Batik

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pertukaran budaya kembali menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. Indonesia membuka ruang perjumpaan lintas budaya bagi generasi muda Kuwait melalui program Immersion Cultural Visit to Indonesia (ICVI) yang digelar pada 16–22 Januari 2026. Sebanyak 11 siswa berprestasi tingkat menengah dari Kuwait mengikuti program ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Nusantara secara langsung. Program ICVI […]

expand_less