Di ATF 2026, Menpar Widiyanti Gandeng Agoda Percepat Transformasi Pariwisata Nasional
- account_circle Gapura News
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- visibility 22
- comment 0 komentar

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana aktif menjalin dialog strategis dengan mitra internasional. (dok. rentak.id)
JAKARTA – Upaya Indonesia memperkuat pariwisata berkualitas terus digencarkan di level global. Di sela rangkaian ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026 yang berlangsung di Cebu, Filipina, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana aktif menjalin dialog strategis dengan mitra internasional guna mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Salah satu agenda penting dilakukan pada Rabu (28/1/2026) waktu setempat, saat Menteri Pariwisata Widiyanti bertemu dengan Chief Commercial Officer Agoda, Damien Pfirsch. Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama strategis yang mendukung prioritas pembangunan pariwisata Indonesia tahun 2026, khususnya dalam percepatan transformasi digital dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Menteri Widiyanti mengapresiasi kolaborasi pemasaran strategis yang telah dijalankan bersama Agoda, termasuk integrasi destinasi wisata Indonesia ke dalam ekosistem global platform perjalanan digital tersebut. Menurutnya, langkah ini terbukti meningkatkan visibilitas destinasi nasional sekaligus mendorong konversi pemesanan.
“Implementasi kampanye pemasaran bersama ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan paparan destinasi Indonesia dan mendukung target kami untuk menghadirkan wisatawan mancanegara yang berkualitas serta mendorong kunjungan ulang,” ujar Widiyanti.
Komitmen Agoda dalam mendukung pariwisata berkelanjutan juga mendapat perhatian khusus. Program Eco Deals yang digulirkan dinilai sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama pembangunan sektor pariwisata.
“Upaya ini sepenuhnya sejalan dengan arah kebijakan Indonesia yang kini berfokus pada pariwisata berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas,” tambahnya.
Selain aspek pemasaran dan keberlanjutan, penguatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata turut menjadi agenda penting dalam kemitraan tersebut. Kolaborasi dilakukan melalui berbagai program pelatihan, termasuk Agoda Academy, yang dilaksanakan bersama Politeknik Pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata.
“Kami meyakini kemitraan dengan Agoda dapat menjadi model kolaborasi strategis antara sektor publik dan swasta yang memberikan dampak konkret bagi ekosistem pariwisata nasional,” kata Widiyanti.
Di sela kegiatan ATF 2026, Menteri Pariwisata juga menggelar pertemuan dengan perwakilan United States–ASEAN Business Council (US-ABC). Dalam dialog tersebut, ia menekankan pentingnya perencanaan strategis, kolaborasi erat dengan sektor swasta, serta kesinambungan dialog untuk mencapai target pembangunan pariwisata nasional yang berkelanjutan. Tantangan lingkungan dan logistik, khususnya dalam pengembangan wisata pesiar, turut menjadi pembahasan.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan kunjungan 16 juta hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara pada 2026. Untuk merealisasikan target tersebut, penguatan kemitraan dengan pelaku industri global seperti Visa, Marriott, Expedia, Airbnb, hingga Royal Caribbean Group dinilai krusial.
“Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan pariwisata berkualitas, meningkatkan konektivitas dan infrastruktur, serta menyederhanakan proses melalui pemanfaatan data dan teknologi digital, sejalan dengan agenda transformasi pariwisata nasional,” pungkas Menteri Widiyanti.
- Penulis: Gapura News
