Breaking News
Beranda » Opini » Jepang Baru Meneliti, Rasulullah SAW Sudah Mencontohkan Sejak 1.400 Tahun Lalu

Jepang Baru Meneliti, Rasulullah SAW Sudah Mencontohkan Sejak 1.400 Tahun Lalu

  • account_circle atz
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar

DI TENGAH  budaya kerja keras yang dikenal ekstrem, Jepang justru memiliki kebiasaan unik yang mungkin mengejutkan banyak orang: tidur siang singkat dianjurkan.

Praktik ini dikenal dengan istilah inemuri, yang secara harfiah berarti “hadir sambil tertidur.”
Di kantor, kereta, atau ruang publik, seseorang yang tertidur sebentar tidak selalu dianggap malas.

Sebaliknya, ia sering dipersepsikan sebagai orang yang telah bekerja keras dan sedang memulihkan energi. Fenomena ini bukan sekadar budaya sosial, melainkan kini didukung oleh temuan ilmiah modern.

Inemuri dan Temuan Ilmiah
Sejumlah penelitian tentang tidur menunjukkan bahwa power nap selama 15–30 menit mampu memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan dan kinerja otak.

Tidur singkat terbukti:
meningkatkan konsentrasi dan daya ingat,
menurunkan hormon stres,
mengurangi kelelahan mental,
serta meningkatkan produktivitas kerja.

Salah satu pakar tidur asal Jepang, Dr. Seiji Nishino, ahli neurosains tidur yang meneliti fisiologi dan ritme sirkadian manusia, menjelaskan bahwa tidur singkat di siang hari membantu otak melakukan “reset” tanpa mengganggu tidur malam.
Prinsip ini kini banyak diterapkan di lingkungan kerja modern sebagai strategi menjaga performa jangka panjang.

Qailulah dalam Sunnah Nabi
Menariknya, konsep ini sejalan dengan ajaran Islam yang telah disampaikan 1.400 tahun lalu. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan qailulah, yaitu tidur atau istirahat singkat di siang hari.

Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Lakukanlah qailulah, karena setan tidak melakukan qailulah.”
(HR. Thabrani)
Hadis ini menunjukkan bahwa qailulah bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari pola hidup seimbang yang menjaga kekuatan fisik, kejernihan akal, dan kesiapan ibadah.

Sunnah dan Sains Bertemu
Jika ditelaah lebih dalam, qailulah dan inemuri bertemu pada satu prinsip yang sama: manusia memiliki keterbatasan biologis. Tubuh dan otak memerlukan jeda agar tetap berfungsi optimal. Islam mengajarkan keseimbangan itu melalui sunnah, sementara sains modern membuktikannya melalui penelitian.

Dengan demikian, tidur siang singkat bukanlah simbol kemalasan. Ia adalah strategi kesehatan, kearifan biologis, sekaligus sunnah Nabi yang relevan hingga hari ini.

Penutup
Apa yang baru disadari oleh dunia modern, sejatinya telah lebih dulu diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ini menjadi pengingat bahwa ajaran Islam tidak bertentangan dengan sains, melainkan sering kali mendahuluinya.
Istirahat sejenak di siang hari bukan berarti berhenti berkarya, tetapi justru cara bijak untuk terus produktif dengan cara yang manusiawi.

  • Penulis: atz
  • Editor: ameri

Rekomendasi Untuk Anda

  • GEOFEST 2026 Segera Digelar, Toba Caldera Geopark Gaet Dukungan Pakar dan Pelaku Wisata

    GEOFEST 2026 Segera Digelar, Toba Caldera Geopark Gaet Dukungan Pakar dan Pelaku Wisata

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle gardo
    • visibility 9
    • 0Komentar

    MEDAN – Upaya memperkuat promosi pariwisata Danau Toba terus dimatangkan. Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGG) menggelar diskusi strategis bersama sejumlah pakar dan pelaku industri wisata di Sekretariat TCUGG, Jalan Rumah Sakit Haji No. 12 Komplek Poltekpar Medan, Kamis (16/4/2026). Diskusi yang dipimpin langsung oleh General Manager TCUGG, Dr. Azizul Kholis, SE, M.Si, […]

  • Parapuar Labuan Bajo Dikembangkan Jadi Magnet Wisata Wellness dan Agrowisata

    Parapuar Labuan Bajo Dikembangkan Jadi Magnet Wisata Wellness dan Agrowisata

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 28
    • 0Komentar

    JAKARTA – Labuan Bajo terus memantapkan langkah sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata, resmi menggandeng dua mitra strategis—PT Terra SparX dan Koperasi Pesantren Al-Ittifaq—untuk memperkuat pengembangan wisata wellness dan agrowisata di kawasan Parapuar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kerja sama tersebut ditandai […]

  • Dari Lereng Bromo, Museum Tengger Jadi Benteng Terakhir Budaya Suku Tengger

    Dari Lereng Bromo, Museum Tengger Jadi Benteng Terakhir Budaya Suku Tengger

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Badrin Masuka
    • visibility 40
    • 0Komentar

    PROBOLINGO –  Upaya pelestarian budaya masyarakat Suku Tengger mendapat tonggak penting dengan diresmikannya Museum Tengger di kawasan kaki Gunung Bromo, Jawa Timur. Museum ini diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, sekaligus menjadi penanda tuntasnya proses revitalisasi yang dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Revitalisasi Museum Tengger digarap melalui sinergi […]

  • Nada Terakhir Ryan Kyoto: Musisi Era 80–90-an Berpulang, Karya Abadi Tinggal Kenangan

    Nada Terakhir Ryan Kyoto: Musisi Era 80–90-an Berpulang, Karya Abadi Tinggal Kenangan

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Gapura News
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAKARTA – Nada-nada yang pernah mengisi kejayaan musik Indonesia era 1980–1990-an kini tinggal kenangan. Ryan Kyoto, penyanyi sekaligus pencipta lagu yang karyanya melekat di ingatan banyak penikmat musik Tanah Air, berpulang pada Rabu (28/1/2026) pagi. Ia menghembuskan napas terakhir di RS Polri, Jakarta Timur, pada usia 67 tahun. Musisi bernama asli Risniryan itu meninggal dunia […]

  • Menjaga Rasa Sejak 1965, Kopi Cap Bemo Bertahan di Jantung Pasar Rawamangun

    Menjaga Rasa Sejak 1965, Kopi Cap Bemo Bertahan di Jantung Pasar Rawamangun

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle adam
    • visibility 32
    • 0Komentar

    JAKARTA – Aroma kopi itu tak pernah benar-benar pergi dari Pasar Rawamangun, Jakarta Timur. Ia bertahan, mengendap, lalu tumbuh bersama waktu. Dari antara hiruk-pikuk pedagang dan deru kendaraan yang datang dan pergi, satu nama terus diseru para penikmat kopi lintas generasi: Toko Kopi Cap Bemo. Kisahnya bermula pada 1965, ketika almarhum Rahman Lahirin bersama istrinya, […]

  • DPR Bukan Sekadar Gedung, Netty Ajak Mahasiswa Unwir Pahami Demokrasi

    DPR Bukan Sekadar Gedung, Netty Ajak Mahasiswa Unwir Pahami Demokrasi

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle adam
    • visibility 37
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota DPR RI Netty Prasetiyani menerima kunjungan dosen dan mahasiswa Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu di Ruang Komisi II DPR RI, Rabu (28/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda edukasi politik sekaligus pengenalan langsung lembaga perwakilan rakyat kepada kalangan akademisi. Dalam pertemuan itu, Netty menyebut Gedung DPR RI sebagai “rumah besar demokrasi” yang seharusnya […]

expand_less