Disorot Presiden, Aksi Bersih-Bersih Libatkan 1.000 Orang di Pantai Bali
- account_circle gardo
- calendar_month Sel, 3 Feb 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar

Warga dan bersihkan sampah di pantai Bali (tangkapan layar kompastv)
JAKARTA – Bali kembali menjadi sorotan, bukan karena keindahan alamnya, melainkan persoalan sampah. Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sejumlah pantai di Bali yang dinilai semakin kotor, bahkan menuai keluhan dari tokoh-tokoh internasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026). Ia mengaku hampir di setiap kunjungan luar negeri selalu mendapat komentar serupa.
“Dia bilang, Your Excellency, I just came from Bali. Oh Bali so dirty now, Bali not nice,” ujar Prabowo menirukan keluhan para pemimpin dan pejabat asing.
Menurut Prabowo, persoalan sampah menjadi salah satu ancaman serius bagi sektor pariwisata nasional. Ia bahkan memperlihatkan foto-foto tumpukan sampah di kawasan Bali hingga wilayah lain sebagai bukti nyata kondisi lapangan.
“Ini real loh, Bali Desember 2025. Ini pantai Bali bagaimana turis mau datang ke situ?” kata Prabowo, sembari mengingatkan para kepala daerah.
Aksi Bersih Pantai Digelar Serentak di Bali
Menindaklanjuti pernyataan Presiden, masyarakat Bali bersama berbagai unsur langsung menggelar Aksi Bersih-Bersih Pantai, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, relawan, pelajar, hingga masyarakat umum.
Sedikitnya sekitar 1.000 personel terlibat dalam aksi tersebut. Rinciannya, unsur Polri mengerahkan sekitar 700 personel, sementara sisanya berasal dari relawan, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sekitar 250 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA dari empat sekolah di wilayah Kuta.
Aksi bersih-bersih dilakukan di sejumlah titik pantai utama, mulai dari Pantai Legian, Pantai Kuta, Pantai Jerman, Pantai Kelan, Pantai Kedonganan, hingga Pantai Jimbaran. Lokasi dibagi dalam dua sektor, yakni Kuta Utara dan Kuta Selatan, untuk memaksimalkan jangkauan pembersihan.
Sampah yang dikumpulkan dipilah terlebih dahulu sesuai jenisnya sebelum diangkut menggunakan truk yang telah disiapkan. Proses pengelolaan dilakukan bekerja sama dengan pihak terkait agar sampah tidak kembali mencemari lingkungan pesisir.
Presiden Dorong Gerakan Nasional Bersih Sampah
Prabowo menegaskan, kondisi pantai yang kotor dapat menurunkan minat wisatawan untuk kembali berkunjung ke Indonesia. Ia pun mendorong kepala daerah agar lebih aktif menggerakkan masyarakat, termasuk pelajar, dalam menjaga kebersihan destinasi wisata.
“Anak SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara, apa susahnya entah hari Jumat atau Sabtu semua anak sekolah kumpul di pantai ini, ini pantai kita, ini halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai,” ujar Prabowo.
Ke depan, Presiden berencana melibatkan seluruh unsur negara, termasuk TNI dan Polri, bila pemerintah daerah dinilai tidak optimal. Program ini akan dikemas dalam Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Dalam skema tersebut, kementerian, lembaga, BUMN, hingga pemerintah daerah diwajibkan melakukan kegiatan bersih-bersih minimal 30 menit sebelum jam kerja. Prabowo juga menegaskan kesiapan pemerintah untuk mengalokasikan anggaran pengadaan armada pengangkut sampah.
“Kita harus menyatakan perang terhadap sampah. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Ini untuk rakyat kita,” tegas Prabowo.
Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan citra Bali sebagai destinasi wisata dunia sekaligus memperkuat komitmen Indonesia terhadap pariwisata berkelanjutan.
- Penulis: gardo
- Editor: regardo sipiroko
